Rabu, 8 Juli 2026

Peluang Besar, Tantangan Besar

Berita Terkait

Mohamad Gita Indrawan, Pengamat Ekonomi Universitas Batam
Foto: Dokumentasi pribadi untuk Batam Pos

batampos – Gelombang investasi pusat data (data center) yang terus mengalir ke Batam dinilai menjadi momentum penting bagi transformasi ekonomi daerah menuju pusat ekonomi digital Asia Tenggara. Namun, keberhasilan ambisi tersebut tidak hanya ditentukan oleh derasnya arus investasi atau besarnya kapasitas listrik yang tersedia, melainkan juga oleh kemampuan menjaga ketahanan air bersih sebagai fondasi keberlanjutan kawasan.

Pengamat ekonomi Universitas Batam, Dr. Mohamad Gita Indrawan, menilai Batam memiliki modal yang sangat kuat untuk berkembang menjadi salah satu digital hub utama di kawasan. Posisi geografis yang berdekatan dengan Singapura, jaringan kabel serat optik bawah laut, kawasan industri yang matang, serta berbagai insentif investasi menjadi kombinasi keunggulan yang sulit ditandingi daerah lain di Indonesia.

Menurut Gita, transformasi ekonomi Batam saat ini berlangsung secara fundamental. Selama puluhan tahun, struktur perekonomian kota ini bertumpu pada sektor manufaktur yang menyumbang sekitar 56 hingga 60 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kini, arah pembangunan mulai bergeser menuju industri berbasis teknologi tinggi dengan menjadikan Batam sebagai pusat infrastruktur digital regional.

Ia menilai pemerintah sebenarnya telah memiliki fondasi kebijakan yang cukup kuat melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun, Rencana Strategis BP Batam 2025–2029, hingga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park.

Namun demikian, menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh kebijakan tersebut berjalan dalam satu kerangka pembangunan yang saling terintegrasi, terutama antara pengembangan industri digital, penyediaan energi, pengelolaan sumber daya air, dan perlindungan lingkungan.

“Kerangka kebijakannya sudah ada dan arahnya jelas. Namun integrasi antara pengembangan digital, energi, dan air masih memerlukan penyelarasan yang lebih konkret. Tantangan terbesar ke depan adalah memastikan ketahanan air tetap terjaga seiring meningkatnya aktivitas industri dan pertumbuhan penduduk,” ujarnya.

 

BACA LENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

UPDATE