Jumat, 20 Februari 2026

Peminat Pelatihan Disnaker Tembus 8 Ribu Orang, Forklift dan K3 Paling Diminati

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pencari kerja mendaftar untuk ikut pelatihan di kantor dinas tenaga kerja beberapa waktu lalu. F. Rengga Yuliandra/Batam Pos

batampos – Antusiasme warga terhadap program pelatihan kerja gratis yang dibuka Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam membludak. Total 8.032 orang tercatat mendaftar untuk mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) berbasis kompetensi Tahun Anggaran 2026.

Jumlah tersebut terdiri dari 4.883 pendaftar pada 82 paket program pelatihan dan sertifikasi, dengan kuota tersedia 1.984 orang. Sementara pada 52 paket program bimtek dan sertifikasi, jumlah pendaftar mencapai 3.149 orang dengan kuota 1.220 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan tingginya angka pendaftar menunjukkan besarnya kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.


“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan kebutuhan peningkatan keterampilan kerja di Batam memang besar,” ujarnya, Jumat (20/2).

Untuk kategori bimtek dan sertifikasi, lima program dengan jumlah pendaftar terbanyak yakni Ahli K3 Umum sebanyak 454 orang dengan kuota 30 orang. Disusul Operator Forklift 287 pendaftar (kuota 25 orang), K3 Teknisi Listrik 248 pendaftar (kuota 25 orang), Welding Inspector 3.0 sebanyak 190 pendaftar (kuota 10 orang), serta Teknisi Kelistrikan 125 pendaftar (kuota 20 orang).

Sedangkan pada kategori pelatihan dan sertifikasi, program paling diminati yakni Pelatihan Forklift dengan 569 pendaftar dan kuota 39 orang. Kemudian Ahli K3 Umum 494 pendaftar (kuota 22 orang), Electrical Technician 228 pendaftar (kuota 15 orang), Bahasa Inggris 189 pendaftar (kuota 65 orang), serta Praseleksi Bahasa Jepang sebanyak 143 pendaftar (kuota 13 orang).

Sebelumnya, Disnaker Batam membuka 82 program pelatihan gratis berbasis kompetensi yang dibiayai melalui APBD Kota Batam dan diperuntukkan khusus bagi warga ber-KTP Batam.
Yudi menjelaskan, pelatihan dirancang sesuai kebutuhan pasar kerja, terutama sektor industri, konstruksi, jasa, hingga teknologi informasi.

“Pelatihan ini tidak hanya memberikan sertifikat, tetapi benar-benar membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha dan industri,” katanya.

Program yang dibuka antara lain welder berbagai level (3G hingga 6G), ahli dan operator K3, forklift, rigger, scaffolding, operator alat berat, welding inspector dan supervisor. Selain itu tersedia pelatihan tata boga, bakery, pastry, barista, menjahit garmen dan busana, web programming, mobile programming, digital marketing UMKM, desain grafis, accounting, hingga public speaking.

Untuk meningkatkan daya saing kerja ke luar negeri, Disnaker juga membuka pelatihan Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, serta Bahasa Mandarin.

Pendaftaran dilakukan secara online pada 9–10 Februari 2026. Peserta selanjutnya wajib melakukan verifikasi langsung di Kantor Disnaker Kota Batam pada 11–13 Februari 2026. Peserta yang tidak hadir pada tahapan ini dinyatakan mengundurkan diri.

Setelah verifikasi, peserta akan mengikuti tes tertulis dan wawancara di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang ditunjuk. Informasi teknis pelaksanaan tes disampaikan melalui WhatsApp.

“Seluruh proses pendaftaran dan pelatihan ini tidak dipungut biaya. Kuota memang terbatas karena disesuaikan dengan kemampuan APBD dan kapasitas LPK,” jelas Yudi.

Melalui program ini, Disnaker berharap pencari kerja dapat meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kerja sehingga angka pengangguran di Kota Batam dapat ditekan.(*)

SALAM RAMADAN