
batampos – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam I Ismoyo mengatakan, kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia masih mendominasi di tahun 2022 ini. Sebab, Program Rekalibrasi Tenaga Kerja (RTK) yang diperpanjang hingga bulan Juni.
“Artinya potensi kepulangan PMI dari Malaysia masih tinggi,” katanya.
Sehingga, jumlah PMI yang masuk ke Indonesia melalui pintu masuk Batam tidak akan berbeda jauh dibandingkan dengan tahun 2021 lalu.
Tidak hanya PMI, dengan kondisi Covid-19 yang sudah mulai menurun awal tahun ini, kemungkinan lalu lintas internasional akan segera dibuka. Sehingga tidak hanya WNI yang masuk ke Indonesia, namun juga Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Indonesia.
Namun karena adanya varian baru, ia memprediksi kedatangan WNA maupun WNI tidak jauh berbeda dengan tahun 2021.
“Negara Singapura mungkin akan buka (awal tahun), tapi ada varian baru ini. Jadi angkanya tak jauh berbeda nanti. Ada program rekalibrasi yang diperpanjang oleh pemerintah Malaysia,” ujarnya.
Sebelumnya, Ismoyo menyampaikan, untuk di perlintasan baik orang yang masuk dan keluar Indonesia melalui Batam mengalami penurunan akibat pandemi Covid.
Kedatangan penumpang WNI selama tahun 2021 tercatat sebanyak 48.730 orang yang masih didominasi oleh kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia. Kemudian untuk WNA jumlahnya juga masih sedikit, yakni 1.662 orang selama 2021.
“Karena orang asing yang masuk wilayah Indonesia harus melewati protokol kesehatan yang tidak mudah atau tidak sederhana. Bahkan dengan adanya varian Omricon ini, cukup panjang, 10 hari. Baru keluar surat edaran Gugus Tugas Covid dan juga diatur 14 hari untuk negara tertentu dan kita juga menolak negara tertentu juga yang meningkat Omriconnya di negara tersebut,” jelasnya.
Kemudian untuk Crew WNI yang masuk sebanyak 81.677 orang dan Crew WNA sebanyak 16.763 orang. Untuk perlintasan Crew ini diakui Ismoyo masih tetap eksis.
Sementara keberangkatan penumpang, untuk WNI sebanyak 12.022 orang dan WNA sebanyak 2.057 orang. Sementara untuk Crew WNI yang berangkat sebanyak 84.894 orang dan Crew WNA sebanyak 15.552 orang.
“Potensi Crew Indonesia sangat tinggi sekali dan ini baru berbicara Batam belum bicara untuk wilayah Indonesia,” katanya. (*)
Reporter : Eggi Idriansyah

