Sabtu, 18 April 2026

6.163 Cari Kerja, Hanya 2.474 Terserap! Industri Kian Selektif, Skill Jadi Penentu

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi pencari kerja. Foto. Batam Pos

batampos – Dinamika pasar kerja di Batam pada awal tahun 2026 menunjukkan tantangan yang masih perlu mendapat perhatian. Data Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam mencatat, sepanjang Januari hingga Maret 2026 terdapat 6.163 pencari kerja, sementara yang berhasil terserap bekerja sebanyak 2.474 orang.

Angka ini menggambarkan bahwa peluang kerja tetap tersedia, namun proses penyerapan tenaga kerja belum sepenuhnya mengimbangi jumlah pencari kerja yang masuk ke pasar kerja.

Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto, menyampaikan bahwa kondisi tersebut masih sejalan dengan tren tahun sebelumnya.

Sepanjang 2025, jumlah pencari kerja tercatat mencapai 29.710 orang, dengan penempatan tenaga kerja sebanyak 14.832 orang.

Baca Juga: Kondisi Jalan Bagan Memprihatinkan, Dijejali Ceceran Tanah dan Gelap

“Polanya relatif sama. Jumlah pencari kerja masih lebih besar dibandingkan yang terserap. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kesesuaian antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri,” ujarnya.

Sementara itu, pada triwulan pertama 2026, tingkat serapan tenaga kerja berada di kisaran 40 persen. Angka ini menunjukkan adanya ruang yang masih dapat dioptimalkan, baik dari sisi kesiapan tenaga kerja maupun kebutuhan perusahaan.

Di sisi lain, peluang kerja di Batam dinilai tetap terbuka. Sepanjang 2025, tersedia 18.528 lowongan kerja dari berbagai sektor, seperti manufaktur, galangan kapal, elektronik, hingga jasa.

Yudi menambahkan, tantangan utama saat ini bukan semata pada jumlah lowongan, tetapi pada kualitas dan kesiapan tenaga kerja dalam memenuhi kebutuhan industri yang semakin spesifik.

Baca Juga: Sidang Etik Berlangsung hingga Malam, Fakta Penganiayaan Bripda Natanael Mulai Terungkap

“Perusahaan saat ini cenderung lebih selektif. Selain pendidikan formal, keterampilan dan kesiapan kerja menjadi pertimbangan utama,” jelasnya.

Batam sendiri masih menjadi salah satu daerah tujuan pencari kerja, didorong oleh aktivitas industri dan jasa yang terus berkembang. Kondisi ini turut memengaruhi tingginya jumlah pencari kerja setiap tahunnya.

Untuk itu, Disnaker terus mendorong peningkatan kompetensi melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi, agar pencari kerja memiliki daya saing yang lebih baik di tengah persaingan yang semakin ketat. (*)

UPDATE