Kamis, 23 Juli 2026

Pengusaha Kepri Didorong Naik Kelas Lewat Pasar Modal

Berita Terkait

Sekitar 100 pengusaha dan anggota Kadin Kepri mengikuti seminar Go Public bertajuk “Road to Go Public” di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam, Kamis (23/7). Kegiatan ini digelar BEI bersama Kadin Provinsi Kepri dan Kadin Kota Batam. F. Jamaluddin/Batam Pos

batampos – Sekitar 100 pengusaha dan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau memenuhi lantai dua Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam, Kamis (23/7). Mereka mengikuti seminar Go Public bertajuk Road to Go Public yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kadin Provinsi Kepri dan Kadin Kota Batam.

Seminar tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk mengenal alternatif pembiayaan melalui pasar modal. Selama ini, sebagian besar pengusaha masih mengandalkan kredit perbankan dan modal sendiri untuk mengembangkan bisnis.

Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI, Listyorini Dian Pratiwi, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan tahapan perusahaan menuju penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Menurut dia, peluang perusahaan di Kepri untuk masuk ke pasar modal cukup besar. Wilayah ini memiliki beragam sektor usaha, mulai dari galangan kapal, manufaktur, jasa hingga properti.

“Jadi di kegiatan ini, ini merupakan suatu kegiatan yang sangat baik. Kita support karena memang kita mendorong perusahaan-perusahaan lokal untuk memperkenalkan bagaimana tahapan-tahapan IPO untuk bisa melantai di bursa,” kata Listyorini.

Baca Juga: Batam Masih Seksi Bagi Pencaker

Ia mengatakan saat ini baru sekitar empat perusahaan asal Kepri yang telah tercatat di bursa. BEI mendorong lebih banyak perusahaan lokal untuk mulai mempersiapkan diri mengakses pendanaan melalui pasar modal.

Listyorini menyebut kebutuhan pembiayaan dunia usaha di Kepri terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan investasi. Berdasarkan data yang dia sampaikan, pertumbuhan kredit di Kepri secara tahunan mencapai sekitar 39 persen.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pendanaan dari dunia usaha. Karena itu, perusahaan tidak semestinya hanya bergantung pada pinjaman bank maupun modal pribadi.

“Ini peluang yang sangat besar untuk pengusaha di Kepri untuk melanjutkan perjalanan pendanaannya, bukan hanya berhenti kepada pendanaan dari perbankan dan juga dari kantong pribadi, tapi juga dari pasar modal,” ujarnya.

Namun, menjadi perusahaan terbuka bukan perkara mudah. Perusahaan harus membenahi tata kelola, laporan keuangan, standar operasional prosedur, serta menyiapkan organ perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Listyorini mengatakan tantangan utama justru berada di internal perusahaan.

“Yang terpenting adalah bagaimana perusahaan mulai menata aspek-aspek GCG dari perusahaan. Penyusunan laporan keuangan, kemudian laporan keuangan yang diaudit oleh auditor eksternal, penyusunan SOP perusahaan, kemudian juga ada organ-organ GCG untuk perusahaan,” katanya.

Ia mengatakan persiapan tersebut sebaiknya dilakukan jauh sebelum perusahaan memutuskan masuk ke pasar modal. Dengan begitu, ketika momentum untuk melakukan IPO tiba, perusahaan telah memiliki kesiapan yang memadai.

Baca juga: BAZNAS Batam Salurkan Bantuan ke Delapan Pulau Hinterland

Ketua Kadin Provinsi Kepri Mustava mengatakan pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025 mencapai 7,48 persen atau menjadi yang tertinggi ketiga secara nasional. Pertumbuhan tersebut, menurut dia, perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas dan daya saing dunia usaha lokal.

Ia menilai akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi.

“Go public bukan hanya sekadar mencari sumber pendanaan, tetapi juga merupakan transformasi menuju tata kelola perusahaan yang lebih baik, transparan, dan profesional,” kata Mustava.

Kadin Kepri, kata dia, memiliki lebih dari 1.500 perusahaan yang telah memiliki Kartu Tanda Anggota Kadin. Ia berharap sebagian perusahaan tersebut mulai mempertimbangkan pasar modal sebagai salah satu sumber pembiayaan jangka panjang.

“Kami mengajak seluruh anggota Kadin, khususnya para pelaku usaha di Kepulauan Riau, untuk mulai membuka wawasan dan mempertimbangkan pasar modal sebagai salah satu pembiayaan yang strategis dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau Sinar Danandjaya mengatakan penguatan integritas menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan pasar modal. Menurut dia, investor kini tidak hanya mempertimbangkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menilai transparansi dan tata kelola perusahaan.

Ia mengatakan pasar modal Indonesia hingga 17 Juli 2026 memiliki kapitalisasi sebesar Rp10.749 triliun dengan jumlah investor mencapai 29.547.625 berdasarkan single investor identification (SID).

Investor domestik menyumbang sekitar 64 persen dari total investor pasar modal. Kondisi itu, menurut Sinar, menunjukkan semakin besarnya peran investor lokal dalam menopang pasar modal Indonesia.

“Paradigma investor telah berubah. Dulu hanya mencari keuntungan ekonomi semata. Sekarang investor mulai menilai kualitas transparansi, tata kelola, dan market integrity,” kata Sinar.

OJK, kata dia, saat ini mendorong dua agenda utama, yakni penguatan integritas pasar dan pendalaman pasar. Keduanya dinilai harus berjalan beriringan agar pasar modal mampu menjadi sumber pembiayaan yang sehat bagi perekonomian.

Sinar mengatakan pasar modal tidak semestinya dipandang hanya sebagai tempat jual beli saham. Pasar modal dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah, termasuk melalui IPO perusahaan lokal dan penerbitan obligasi korporasi.

“Pasar modal adalah wadah yang nyata sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan daerah, termasuk akselerasi IPO perusahaan lokal dan optimalisasi obligasi korporasi,” ujarnya.

Dalam seminar tersebut, tiga pembicara utama hadir memberikan pemaparan mengenai proses menuju perusahaan terbuka. Mereka yakni Kepala Unit Pengembangan Calon Perusahaan Tercatat I BEI Yan Hendrick Simorangkir, Manager Investment Banking Panca Global Sekuritas Melina Dewi, dan Corporate Secretary PT Puri Global Sukses Tbk Jessica.

Kegiatan itu turut didukung OJK, BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kadin Provinsi Kepri, dan Kadin Kota Batam. (*)

UPDATE