
batampos – Hari pertama sejak dioperasikan usai menjadi hotel apung di Mandalika Lombok, NTB, jumlah penumpang baik yang datang ke Batam maupun yang keluar Kota Batam masih dalam kategori normal, Senin (4/4).
Kepala Operasional Pelni Cabang Batam Lan Lan menyebutkan Kelud datang dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dengan menurunkan 807 penumpang di Batu Ampar, Batam. Sedangkan penumpang yang keluar dari Batam tujuan Belawan (Sumatera Utara) sebanyak 653 orang penumpang.
“Penumpang saat ini, masih normal dan belum ada lonjakan yang signifikan,” sebut Lan Lan.
Ia mengaku jumlah penumpang ini akan terus mengalami lonjakan pada putaran berikutnya. Lonjakan penumpang yang signifikan, disebut akan terjadi pada dua minggu hingga seminggu jelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah.
Untuk itu Lan Lan menghimbau agar calon penumpang tetap waspada dan berhati-hati jika hendak bepergian, mengingat saat ini animo masyarakat menggunakan kapal laut sangat tinggi.
“Saya menghimbau ke masyarakat untuk selalu mengikuti perubahan aturan yang dilakukan pemerintah, karena kami di lapangan hanya menjalankan perintah sesuai apa yang sudah ditetapkan,” kata Lan Lan.
Sementara sampai saat ini, Pelni cabang Batam baru merilis jadwal pelayaran kapal KM Kelud diantaranya, Minggu 3 April, Batam – Belawan. Rabu 6 April, Batam – Tanjung Priok dan Minggu 10 April, Batam – Belawan dan Rabu 13 April, Batam – Tanjung Priok Jakarta.
Adapun harga tiket Pelni : Rute Batam (Batu Ampar) hingga tujuan Medan (Belawan), Kelas Ekonomi : Dewasa Rp 220.000 dan Bayi Rp 27.000.
Sedangkan untuk rute Batam (Batu Ampar) hingga tujuan Jakarta (Tg. Priok), Kelas Ekonomi : Dewasa Rp 313.000, dan Bayi Rp 37.000. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra



