
batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersyukur atas penurunan jumlah kasus Covid-19 di Kota Batam dan kini tersisa dua kasus aktif hingga 19 November 2021. Menurutnya, berbagi upaya penanganan Covid-19 di wilayah ini turut berkontribusi menekan lonjakan kasus.
Menurutnya, kebijakan pemerintah yang dibantu berbagai instansi lain seperti TNI/Polri serta seluruh elemen masyarakat, turut andil menekan penyebaran wabah.
“Itu semua pastinya tidak bisa lepas dari kontribusi seluruh elemen masyarakat Batam, hingga akhirnya saat ini PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Batam juga bisa turun sampai level 1,” kata Amsakar.
Kondisi ini memang jauh berbeda dengan situasi beberapa bulan lalu, tepatnya pada Juni-Juli 2021.
Saat itu, angka kasus Covid-19 di Kota Batam sempat melonjak signifikan. Bahkan, ada ratusan kasus baru setiap harinya.
Namun, sambung Amsakar, dengan penanganan yang tepat serta keterlibatan masyarakat dalam menekan penularan virus, maka kasus turun drastis saat ini.
Beberapa hal yang sudah dan mesti terus diterapkan di antaranya adalah penerapan protokol kesehatan (protkes) pencegahan Covid-19.
Yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan atau memakai hand sanitizer, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas (Protkes 5M).
“Meski kasus menurun, protkes ini jangan kendur,” pesannya.
Selain protkes, sambung Wakil Wali Kota, Pemerintah Kota Batam juga makin mengencangkan program vaksinasi Covid-19 dengan menggandeng instansi lain maupun kalangan pengusaha dan organisasi kemasyarakatan.
“Program vaksinasi di Kota Batam juga dibantu semua Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) yang bergerak bersama-sama menyukseskan vaksinasi,” tutur mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan ESDM Kota Batam tersebut.
Adapun, vaksinasi di Batam sudah berada di kisaran 87 persen untuk dosis pertama. Saat ini, pihaknya terus melaksanakan program tersebut untuk mencapai 100 persen target bagi masyarakat yang menjadi sasaran vaksinasi.
“Capaian vaksinasi di Batam dan Provinsi Kepri, merupakan yang tertinggi di luar Pulau Jawa dan Bali,” katanya.
Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam per 16 November 2021, sebelumnya ada 10 pasien Covid-19.
Namun, pada tanggal tersebut, 6 pasien dinyatakan sembuh. Mereka adalah warga Kecamatan Batam Kota. Sehingga, tersisa 4 kasus aktif.
Kemudian, pada 19 November 2021, jumlah pasien yang sembuh juga bertambah dua orang. Sehingga, kasus aktif sisa dua orang di Kecamatan Lubukbaja. (*)
Reporter : Ratna Irtatik

