batampos.co.id – Memasuki musim penghujan, sejumlah warga di Kelurahan Sambau,
Nongsa, mulai waswas keluar rumah.
Sebab, akses utama yang merupakan jalan tanah yang menghubungkan wilayah Sambau dan Batubesar, sangat licin dan berlumpur karena diguyur hujan.
Seperti yang terlihat Minggu (7/11/2021), kondisi jalan tanah sepanjang sekitar 900 meter
itu berlumpur, layaknya kubangan.
Warga yang hendak keluar rumah harus berhati-hati jika tak ingin terjatuh.
”Kondisi jalan parah banget. Lumpurnya tebal dan sangat licin. Ini yang dihadapi setiap keluar rumah. Jika tak penting, pasti tak keluar, ” ujar Azka, salah satu warga di Kelurahan
Sambau.
Menurut dia, jalan tanah tersebut adalah akses utama yang sering dilalui warga. Banyak warga lalu lalang. Apalagi, di daerah tersebut sudah banyak permukiman warga, mulai perumahan hingga kaveling.
”Mau hujan mau panas tetap ditempuh. Kondisi jalan tanah ini sudah lama, tapi tak juga
diperhatikan pemerintah. Padahal, sudah jadi akses utama warga,” imbuh Azka.
Hal senada dikatakan, Heri, warga lainnya. Menurutnya, kondisi tersebut sudah kerap
dikeluhkan, namun tak juga mendapat respons baik dari pemerintah.
”Kemarin pernah infonya mau dibangun tahun 2020, kemudian 2021, sekarang 2022.
Entah mana yang benar, tak pernah dibangun juga,” ujarnya.
Padahal, lanjut Heri, Pemerintah Kota Batam tengah banyak memperbaiki jalan. Namun, jalan yang diperbaiki adalah jalan yang sudah bagus.
”Kenapa bukan jalan tanah ini yang diperbaiki. Padahal di sini masih ada jalan yang butuh perhatian,” terang Heri.
Kekhawatiran warga bertambah jika melewati jalan tanah itu pada malam hari. Hal itu dikarenakan tak ada penerangan lampu jalanan, sehingga warga harus meraba-raba saat melaju.
”Penerangan cuma lampu kendaraan, syukur-syukur ada kendaraan lain yang lewat bisa lebih terang, kalau sendiri ya pastinya lebih gelap. Coba bayangkan kalau habis hujan, lebih ngeri lagi,” terangnya.
Reporter: Yashinta

