Kamis, 22 Januari 2026

Sampah Menumpuk di Kawasan PKL Tos 3000, Pedagang Ancam Aksi ke Kantor Wali Kota

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sampah yang menumpuk di Tos 3000. f. rengga

batampos– Tumpukan sampah mulai terlihat di kawasan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Tos 3000, Lubuk Baja. Pedagang mengeluhkan pengangkutan sampah yang tidak maksimal dalam beberapa pekan terakhir, sehingga menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu aktivitas jual beli.

Ketua Pedagang Kaki Lima Pasar Tos 3000, Sambo, mengatakan persoalan penumpukan sampah ini sudah terjadi sejak tujuh bulan terakhir. Menurutnya, permasalahan itu mulai muncul sejak adanya pergantian pengawas armada pengangkut sampah.

BACA JUGA: Sampah Dibakar, Warga Marina Terkena ISPA

“Macetnya pengangkutan ini sudah mulai sejak tujuh bulan lalu, sejak ada pengawas baru. Tidak ada pengawasan yang melekat. Kalau sopir tidak masuk, pengawas pun tidak tahu apa masalahnya. Begitu juga petugas sampah atau petugas lori sampah,” ujarnya, Minggu (12/10).

Ia menjelaskan, satu saja petugas armada tidak masuk, maka seluruh proses pengangkutan bisa terhenti. Akibatnya, sampah dari para pedagang menumpuk di sekitar area pasar.

“Padahal pedagang ini bayar retribusi loh. Masak tidak dilayani seperti ini,” katanya dengan nada kesal.

Sambo menyebut, sampah yang menumpuk sebagian besar berasal dari pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang berjualan di sekitar pasar. Karena itu, pemerintah seharusnya memberi perhatian khusus agar aktivitas ekonomi masyarakat kecil tidak terganggu.

“Ini sentra ekonomi rakyat kecil, jadi harus diperhatikan. Biasanya per hari armada bisa enam kali angkut, sekarang hanya tiga sampai empat trip. Tonasenya sama, tapi diangkutnya berkurang, jadi menumpuk,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak pedagang akhirnya terpaksa mengangkut sendiri sampah mereka menggunakan becak untuk dibuang ke pinggir jalan.

“Itu berbahaya, dan membuat kawasan jadi kotor. Kami sudah sampaikan ke pejabat DLH yang baru, tapi tanggapannya santai saja. Bahkan kami disuruh pakai transporter. Ini kan pedagang kecil, bukan industri,” kata Sambo.

Menurutnya, di Kecamatan Lubuk Baja saat ini hanya ada empat unit mobil pengangkut sampah, sementara alasannya ada armada mengalami kerusakan. Kondisi ini menyebabkan penanganan dilakukan secara darurat, hanya untuk area tertentu yang dianggap mendesak.

“Kadang mobilnya ada tapi ABK-nya tak ada. Kami sudah koordinasi, tapi tidak direspons. Kalau terus begini, ekonomi kecil bisa macet,” ujarnya.

Sambo mengatakan para pedagang sudah menahan diri agar tidak melakukan aksi, namun kesabaran mereka mulai habis.

“Kami sudah coba redam agar tidak ada aksi. Tapi kalau sampai besok pagi tidak ada juga tanggapan dari DLH, saya yakin pedagang akan turun aksi ke kantor DLH atau Wali Kota Batam,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang, Yeni, mengaku sudah sangat terganggu dengan kondisi sampah yang menumpuk di sekitar lapaknya.

“Sampah ini gak dibawa-bawa, gak diangkut-angkut. Mau ku bawa ke kantor Pemko loh, Pak. Aku ini wakili kawan-kawan, pokoknya mohon ditanggapi. Kami ini pedagang kecil, tapi tolonglah diperhatikan karena ini sangat mengganggu kami,” ujarnya.

Ia mengatakan, tumpukan sampah yang berserakan membuat pedagang kesulitan berjualan karena bau menyengat dan lingkungan menjadi kotor.

“Kalau caranya seperti ini, gimana mau jualan? Sampah menumpuk, berserakan. Jadi kita harus lapor ke siapa ini? Tolonglah ditanggapi. Apa harus kami bawa ke Pemko karena sudah parah, sampai menjadi belatung gak diangkut-angkut, sementara kami tetap jualan,” ucapnya dengan nada kesal.

Yeni berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam segera turun tangan membersihkan kawasan tersebut agar aktivitas jual beli kembali normal.“Mohon ditanggapi, jangan sampai kami ini hancur-hancuran karena gak bisa jualan akibat sampah yang menumpuk,” tegasnya

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Batam, Iqbal Feliansyah, menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang terjadi. Ia menjelaskan, armada pengangkut untuk rute pasar saat ini mengalami kerusakan berat sehingga memengaruhi jadwal pengangkutan di beberapa titik.

“Armada rute untuk pasar saat ini rusak berat, maka kami melakukan pengalihan agar pelayanan lain tidak terlalu terganggu atau terkendala. Kami di DLH mohon maaf atas kendala yang terjadi. Besok, Senin pagi, akan segera kami tindak lanjuti,” ujar Iqbal.

Ia juga mengimbau kepada para pedagang agar tidak membuang sampah sembarangan selama proses perbaikan dan pengaturan ulang rute berlangsung.

“Untuk Tos 3000, kami menyadari bahwa peningkatan jumlah pedagang di pasar tersebut cukup besar, sementara pelayanan kami memang belum maksimal. Kami akan melakukan pendataan ulang objek retribusi di pasar tersebut agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan,” jelasnya.

Iqbal menambahkan, DLH Batam akan melakukan peremajaan armada pada tahun depan agar pelayanan persampahan di seluruh wilayah, termasuk kawasan pasar, dapat berjalan lebih optimal.

“Harapannya, dengan peremajaan armada nanti, pelayanan kami bisa lebih baik dan masalah seperti ini tidak terulang,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga

Update