Kamis, 26 Maret 2026

Bau Menyengat dan Meluber ke Jalan, Sampah di Sagulung–Batuaji Dikeluhkan Warga

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sampah masih menumpuk di sejumlah ruas jalan di Sagulung dan Batuaji, Kamis (19/3). F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Penumpukan sampah di wilayah Sagulung dan Batuaji memicu kekhawatiran warga menjelang Idulfitri. Kondisi yang belum tertangani maksimal dikhawatirkan semakin parah saat volume sampah meningkat pada momen Lebaran.

Di sejumlah titik di Sagulung, seperti Seibinti hingga Seilekop, tumpukan sampah liar terlihat menggunung di pinggir jalan. Sampah rumah tangga, limbah pasar, hingga material bangunan bercampur dan bahkan meluber ke badan jalan.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan permukiman dan depan ruko. Banyak sampah yang tidak terangkut selama berhari-hari, sehingga menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas warga.

Baca Juga: 1.020 Titik Salat Id di Batam, Strategi Urai Lonjakan Jemaah Lebaran 2026

Andri, warga Sagulung, menilai penanganan sampah saat ini belum mampu mengimbangi volume yang terus bertambah.

“Sekarang saja sudah menumpuk, apalagi nanti saat Lebaran. Kami khawatir semakin parah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti banyaknya titik pembuangan liar yang belum ditertibkan.

“Tempat pembuangan liar masih banyak. Kalau dibiarkan, pasti makin menumpuk,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Rina, warga Batuaji. Ia mengaku sampah di lingkungan tempat tinggalnya kerap tidak diangkut tepat waktu.

“Sudah beberapa hari tidak diangkut. Baunya menyengat, apalagi saat cuaca panas,” katanya.

Warga khawatir kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terlebih saat Lebaran ketika produksi sampah meningkat signifikan.

“Kalau tidak cepat diatasi, bisa jadi sarang penyakit,” ujarnya.

Baca Juga: Buka Puasa Makin Berkelas! 5 Tempat Buka Puasa Ala Fine Dining di Batam

Sejumlah warga mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret, seperti menambah armada pengangkut dan menertibkan lokasi pembuangan liar.

Selain itu, pengawasan dan edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat ditekan.

Dengan penanganan yang terkoordinasi, warga berharap persoalan sampah di dua kecamatan tersebut dapat segera teratasi sebelum Lebaran tiba. (*)

UPDATE