Selasa, 12 Mei 2026

Batam Jangan Hanya Tempat Merakit

Berita Terkait

Pekerja merakit ponsel di PT Sat Nusapersada Tbk, Batam, beberapa waktu lalu. BP Batam mendorong pengembangan industri bahan baku agar tak tergantung pasokan dari negara lain. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos.

batampos – Gejolak geopolitik dunia yang mempengaruhi rantai pasok global mulai menjadi perhatian serius Badan Pengusahaan (BP) Batam. Ketergantungan industri terhadap bahan baku impor dinilai menjadi tantangan besar bagi Batam sebagai kawasan industri nasional yang selama ini bertumpu pada sektor manufaktur dan ekspor.

Karena itu, BP Batam mulai mengubah arah kebijakan investasi dengan mendorong pengembangan industri bahan baku, industri pendukung hingga hilirisasi agar Batam tidak hanya menjadi tempat merakit produk, tetapi juga memiliki rantai pasok industri yang lebih mandiri.

Deputi Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan kondisi geopolitik global justru menjadi momentum bagi Batam untuk naik kelas sebagai kawasan industri modern yang terintegrasi.

“Betul, tantangan geopolitik justru menjadi momentum bagi Batam untuk naik kelas dari sekadar assembly hub menjadi integrated industrial ecosystem,” kata Farry kepada Batam Pos, Senin (11/5).

 

BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

Reporterm

UPDATE