
batampos – Krisis air bersih di Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, kini telah memasuki hari ke-100. Selama lebih dari tiga bulan, warga masih bergantung pada distribusi air bersih menggunakan mobil tangki, sembari menanti solusi permanen agar aliran air kembali normal ke rumah-rumah mereka.
Ketergantungan terhadap suplai air tangki menjadi gambaran belum pulihnya layanan distribusi air di kawasan tersebut. Kebutuhan dasar seperti mandi, memasak hingga mencuci masih harus dipenuhi secara terbatas, mengikuti jadwal kedatangan mobil tangki di lingkungan masing-masing.
Pada Minggu (3/4), Polresta Barelang melalui Polsek Batu Ampar kembali melakukan monitoring sekaligus pengamanan pendistribusian air bersih hari ke-100 di wilayah Tanjung Sengkuang dan Batu Merah. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak krisis air.
Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan distribusi air berjalan tertib dan tepat sasaran. “Kami memastikan pendistribusian air bersih ini berjalan lancar dan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Pada hari ke-100, distribusi air di Tanjung Sengkuang mencapai 118 water tank yang disalurkan ke sejumlah RW terdampak. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan air bersih warga yang hingga kini belum terpenuhi melalui jaringan normal.
Sementara itu, di Kelurahan Batu Merah, sebanyak 34 water tank juga didistribusikan ke berbagai wilayah. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan pengawasan aparat guna menghindari antrean panjang serta memastikan pembagian berlangsung adil.
Meski distribusi berjalan lancar, warga menilai bantuan air tangki hanya menjadi solusi sementara. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera menghadirkan perbaikan menyeluruh terhadap sistem distribusi air bersih di kawasan tersebut.
Suhardi, Seorang warga Tanjung Sengkuang mengungkapkan harapannya agar krisis ini segera berakhir. “Sudah 100 hari kami bergantung pada mobil tangki. Kami berharap air bisa kembali normal, karena ini kebutuhan utama kami sehari-hari,” ujarnya.
Polsek Batu Ampar menyatakan akan terus mengawal proses pendistribusian selama krisis masih berlangsung. Kehadiran aparat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memastikan kebutuhan air warga tetap terpenuhi di tengah kondisi sulit.
Sekira pukul 00.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan pendistribusian air bersih hari ke-100 selesai dilaksanakan dalam keadaan aman dan tertib. Namun bagi warga, penanganan jangka panjang tetap menjadi harapan utama agar krisis air bersih ini tidak terus berlarut.(*)

