Rabu, 6 Mei 2026

Dongeng hingga Makan Bersama, Cara Dinas Perikanan agar Anak Sekolah Gemar Makan Ikan

Berita Terkait

Ratusan siswa SD di Batam mengikuti program Gemarikan yang dikemas lewat dongeng interaktif, kuis, dan makan bersama menu olahan ikan. Upaya ini menjadi langkah Pemkot Batam untuk membangun pola makan sehat sekaligus meningkatkan minat anak mengonsumsi ikan demi tumbuh kembang yang lebih optimal. f.Rengga/ Batam pos
batampos – Pemerintah Kota Batam mengubah strategi kampanye makan ikan dengan cara yang lebih dekat dengan dunia anak-anak. Jika selama ini sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) lebih banyak menyasar para orang tua, kini fokus diarahkan langsung kepada anak-anak melalui metode dongeng interaktif.
Langkah ini diambil karena tantangan terbesar dalam meningkatkan konsumsi ikan justru berada pada anak-anak yang cenderung memilih makanan cepat saji atau lauk lain dibanding ikan.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengatakan pendekatan dongeng dipilih agar pesan tentang pentingnya makan ikan bisa lebih mudah diterima anak-anak.
“Selama ini sosialisasi banyak dilakukan kepada ibu-ibu, tapi yang paling sulit justru anak-anak. Makanya sekarang kita ubah pola pendekatannya, kita masuk langsung ke anak-anak dengan cara yang lebih menyenangkan,” ujar Yudi.
Sebanyak 211 siswa kelas III SDN 010 Batam menjadi peserta dalam kegiatan Gemarikan yang dikemas berbeda dari biasanya. Dinas Perikanan menghadirkan pendongeng dari Rumah Dongeng Indonesia wilayah Kepri untuk menyampaikan pesan gizi melalui cerita yang interaktif.
Lewat cerita sederhana, anak-anak dikenalkan pada manfaat ikan sebagai sumber protein dan omega-3 yang penting untuk pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak.
Tak hanya mendengarkan dongeng, suasana dibuat lebih hidup dengan sesi kuis, bernyanyi bersama, hingga makan bersama menu olahan ikan.
Yudi menyebut, cara ini diharapkan mampu membangun kebiasaan makan ikan sejak dini, sekaligus menciptakan efek berantai di lingkungan keluarga.
“Harapannya anak-anak pulang ke rumah lalu minta makan ikan kepada orang tuanya. Jadi edukasinya tidak berhenti di sekolah, tapi terbawa sampai ke rumah,” katanya.
Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan (PDSPP) Dinas Perikanan Batam, Ute Rambe, menilai metode dongeng lebih efektif karena sesuai dengan karakter anak-anak yang cenderung cepat menangkap pesan melalui cerita dan interaksi langsung.
Menurutnya, pola edukasi seperti ini jauh lebih komunikatif dibanding penyampaian formal. Selain mengedukasi soal gizi, program ini juga punya dampak ekonomi. Peningkatan konsumsi ikan dinilai bisa ikut menggerakkan sektor perikanan lokal dan meningkatkan kesejahteraan nelayan Batam.
Yudi menambahkan, kampanye ini sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendorong masyarakat mengonsumsi ikan setidaknya dua hingga tiga kali dalam seminggu.
“Kalau anak terbiasa makan ikan, manfaatnya besar. Mereka lebih sehat, lebih cerdas, dan di sisi lain hasil tangkapan nelayan juga terserap lebih baik,” ujarnya.
Sebagai bentuk pengenalan produk olahan perikanan, para siswa juga membawa pulang abon ikan hasil produksi UMKM lokal.
Program Gemarikan berbasis dongeng ini rencananya akan digelar di sembilan kecamatan di Batam. Fokus utama menyasar kawasan perkotaan, mengingat anak-anak di wilayah hinterland umumnya sudah terbiasa mengonsumsi ikan sejak kecil.
“Di kota ini pola makan anak lebih beragam, sehingga perlu dibangun kembali kebiasaan makan ikan. Ini yang sedang kita dorong,” tutup Yudi.(*)

UPDATE