Kamis, 2 April 2026

Syarat Terbang Lebih Mudah, Penumpang Mudik Diprediksi Meningkat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Suasana di Bandara Hang Nadim jelang Ramadan. Lebaran kali ini penumpang diprediksi meningkat seiring mudahnya syarat perjalanan. F. Cecep Mulyana

batampos – Penumpang yang akan mudik melalui Bandara Hang Nadim diperkirakan akan meningkat. Peningkatan ini seiring diperbolehkannya mudik dan dipermudahnya syarat terbang atau perjalanan dengan pesawat.

Sesuai Surat Edaran Nomor 16 tahun 2022, bagi yang sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster tidak perlu melampirkan tes antigen atau PCR. Namun, bagi yang baru vaksin dosis kedua, wajib menyertakan tes PCR yang berlaku 3 hari atau antigen berlaku satu hari.

Sedangkan bagi vaksin baru dosis pertama atau sama sekali belum divaksin akibat komorbid, wajib menyertakan tes Covid-19 berdasarkan pemeriksaan PCR yang berlaku 3 hari. Anak-anak berusia 6 tahun ke bawah, tidak masuk dalam ketentuan vaksinasi atau tes Covid-19.

“Sejak aturan berubah, jumlah penumpang mulai naik dan kemungkinan pas mudik tahun ini jumlah penumpang meningkat dibandingkan tahun lalu,” kata General Manager Bandara Hang Nadim Batam, Bambang Soepriono, Senin (4/4).

Ia mengatakan peningkatan jumlah penumpang dimulai dari dua minggu jelang lebaran. Lalu puncak mudik di H-7 sampai H-1 lebaran. “Yang pasti akan meningkat,” ujarnya.

Kepada masyarakat yang akan mudik, Bambang meminta agar memperhatikan dokumen dan syarat penerbangan sesuai vaksin. “Masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan di area Bandara Internasional Hang Nadim. Pakai masker, mencuci tangan,” ujarnya.

Adapun data penumpang Bandara Hang Nadim dalam tiga hari ini, 1 April penumpang datang sebanyak 4.960 orang dan berangkat 5.522 orang. Lalu 2 April penumpang datang 4.268 orang dan berangkat 4.958 orang. Sementara 3 April penumpang yang datang 4.056 dan berangkat 4.236 orang.

Sementara itu, harga tiket pesawat di laman penjualan online, untuk rute Batam ke Surabaya dijual dari harga Rp 1,4 juta sampai Rp 1,7 juta. Rute Batam ke Jakarta dijual harga Rp 1 jutaan.

Rute Batam ke Medan dijual harga Rp 800 ribu hingga Rp 1 jutaan, Rute Batam ke Pekanbaru dijual harga Rp 600 ribuan, rute Batam ke Padang dijual harga Rp 800 ribuan.

Namun, untuk rute Batam ke Padang, H-2 dan H-1 lebaran tidak ada penerbangan direct (langsung), hanya ada penerbangan transit. Tiket transit dijual dengan harga dikisaran Rp 1,3 jutaan.

Warga Bengkong asal Sumatera Barat, Gusti Yenosa mengaku akan mudik tahun ini. Namun, ia mengatakan tidak mudik menggunakan pesawat. Tapi membawa mobil dari Batam, dengan menyeberang ke Sei Selari menggunakan Kapal Roro.

“Alasannya, yah karena lebih murah dibandingkan pesawat,” ujarnya.

Ocha begitulah panggilan akrab perempuan asal Solok ini, mengatakan saat mudik ia membawa serta keluarganya yang berjumlah 5 orang. Jika akumulasikan menggunakan pesawat, Ocha harus mengeluarkan uang sekitar Rp 11 jutaan untuk penerbangan pulang dan pergi.

Sedangkan dengan hanya menggunakan mobil, ia hanya mengeluarkan uang sekitar Rp 6 jutaan. “Itu sudah termasuk biaya penyeberangan mobil pulang dan pergi serta minyak selama perjalanan. Sangat murah dan lagian bisa sekalian jalan-jalan. Rasanya lebih puas,” tuturnya.

Mudik dengan Kapal Roro, menjadi salah satu alternatif pemudik yang berasal dari Pulau Sumatera. Namun biaya yang murah, harus diganti dengan waktu yang lebih lama. Ocha mengaku untuk perjalanan dari Batam ke Padang, menghabiskan waktu selama 2 hari.

“Tapi yang sesuai dengan harganya, memang harus menyediakan cuti yang sedikit lebih panjang,” tuturnya. (*)

 

Reporter : FISKA JUANDA

UPDATE