Jumat, 1 Mei 2026

Tahun Baru, Harga Telur Masih Tinggi di Batam

Berita Terkait

Pedagang telur di Batam. F.Cecep Mulyana

batampos – Dua hari usai pergantian tahun 2022, harga telur ayam buras di pasaran Batam masih tinggi. Untuk perpapan telur ayam buras masih dijual Rp 60 ribu, naik hampir dua kali lipat dibanding harga normal.

Tingginya harga telur ayam ini terpantau di pasar Botania Batamcenter, Minggu (2/1). Faisal salah satu pedagang mengatakan harga telur ayam buras diduga karena masih stok akhir tahun. Sebab, pada awal tahun, banyak pedagang yang tidak menambah stok dagangan karena tutup.

“Kemarin (1/1), banyak yang tutup, jadi stok telur masih dari akhir tahun. Belum ada yang baru,” ujar Faisal.

Menurut dia, usai tahun baru peminat telur ayam buras mulai menurun dibanding akhir tahun. Meski begitu, harga tetap masih tinggi. Untuk harga telur perpapan Rp 59-60 ribu.

“Kalau dibanding sebelum natal, udah mulai berkurang. Tapi tetap ada yang beli,” terang Faisal.

Di sejumlah swalayan harga telur ayam buras juga masih tinggi, untuk per papan dijual Rp 57 ribu-60 ribu. Jika perpack isi 10 butir, telur dijual Rp 19 ribu – 20 ribu.

“Harga telur belum turun, masih Rp 19 ribu perpack. Stok telur baru belum datang,” ujar salah satu karyawan swalayan di Batamcenter.

Sementara kondisi pasar pasca pergantian tahun, masih belum normal. Sejumlah pedagang terlihat masih tutup. Bahkan, untuk stok barang juga masih sedikit.

Bahkan, ada beberapa kebutuhan masyarakar seperti tahu belum beredar di pasaran. Sedangkan untuk tempe yang sehari sebelumnya tak dijual, saat ini sudah mulai bisa didapat. Begitu juga untuk jenis sayuran yang dijual, tidaklah beragam.

“Pembuat tahunnya masih libur, jadi memang belum ada tahu dijual. Stok sayur juga masih belum normal,” ujar Irma pedagang lainnya.

Sedangkan untuk kebutuhan lainnya sudah mulai berangsur turun, seperti untuk harga cabai setan yang sudah mulai turun diharga Rp 70-80 ribu per kg, cabai rawit Rp 60-70 ribu per kg, cabai merah keriting Rp 35-40 ribu per kg.

“Untuk cabai sudah mulai turun, tapi stoknya belum banyak,” terang Irma lagi.

Sementara, Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto belum bisa dikonfirmasi terkait masih tingginya harga telur di pasaran Batam.

Namun beberapa waktu lalu, ia sempat membenarkan adanya kenaikan harga telur di pasaran Batam dan tertinggi di akhir tahun 2021.

“Memang harga telur sedang tinggi, dan ini harga tertinggi selama tahun 2021. Namun hal ini masih wajar, karena memang permintaan tinggi jelang nataru,” terangnya.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab harga telur tinggi. Diantaranya, faktor cuaca yang sering hujan, menyebabkan produksi telur ayam buras berkurang. Kemudian, faktor permintaan tinggi jelang natal dan tahun baru, yang naik sekitar 30-40 persen. Dan terakhir biaya pengiriman atau logistik yang masih tinggi per kontainernya. (*)

Reporter : Yashinta

UPDATE