
batampos – Aksi premanisme jalanan kembali mencoreng rasa aman masyarakat Kota Batam. Seorang warga Baloi Kolam bernama Kevin menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan oleh sekelompok pengamen di simpang Kepri Mall, Batamkota, Sabtu (13/12) malam. Peristiwa itu terjadi hanya karena korban tidak memberikan uang saat diminta.
Akibat kejadian tersebut, Kevin mengalami luka memar di sekujur tubuh, serta luka tusuk di bagian lengan dan dada yang diduga dilakukan menggunakan gunting. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya mendapatkan perawatan medis.
Menurut keterangan Kevin, peristiwa bermula saat ia tengah berada di dalam mobil menunggu lampu merah di persimpangan Kepri Mall dengan kondisi kaca mobil terbuka. Seorang pengamen kemudian menghampiri dan meminta uang. Karena tidak memiliki uang kecil, Kevin mengangkat tangan sebagai isyarat menolak.
Baca Juga: Jalan Patimura Berlumpur dan Berdebu, Akses Utama Punggur–Kabil Kian Membahayakan
Penolakan tersebut rupanya memicu emosi pengamen. Adu mulut pun terjadi hingga pengamen tersebut menantang korban berkelahi. Merasa tersinggung, Kevin kemudian memarkirkan mobilnya di depan Pos Polisi Lalu Lintas dan mendatangi kelompok pengamen yang sebelumnya berkata kasar kepadanya.
Setibanya di taman jalan tempat para pengamen berkumpul, perdebatan kembali terjadi. Dalam situasi itu, salah seorang pengamen meludahi wajah Kevin. “Saya diludahi dan ludahnya mengenai mulut saya. Karena tidak terima, saya dorong orang yang meludahi saya sampai terjatuh,” ujar Kevin saat ditemui, Minggu (14/12) siang.
Situasi semakin memanas. Kevin mengaku didorong hingga terjatuh dan kemudian dikeroyok secara beramai-ramai. Ia dipukuli dari berbagai arah hingga merasakan tusukan benda tajam di dada dan lengannya.
“Saat terasa ditusuk gunting, saya langsung berusaha kabur dan lari ke mobil,” ungkapnya.
Baca Juga: Dua Bulan Tragedi MT Federal II, Belum Ada Tersangka
Dalam kondisi terluka, korban segera menuju Rumah Sakit Elisabeth untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah mendapatkan penanganan, Kevin langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batamkota guna diproses sesuai hukum yang berlaku.
Keluarga korban, Bisker Sinaga, mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Ia menyebut sejumlah persimpangan lampu merah di Batam, seperti Simpang Kepri Mall dan Simpang Panbil, telah lama menjadi “zona merah” aktivitas pengamen agresif dan premanisme.
“Ini bukan kejadian pertama. Kami mendesak polisi segera menangkap pelaku dan memberantas premanisme sampai ke akar,” tegasnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Batamkota Iptu Bobby Ramadhana menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan saat ini tengah memburu para pelaku. “Anggota sudah kami sebar di lapangan untuk melakukan pengejaran,” ujarnya. (*)



