Kamis, 26 Maret 2026

Jalan Patimura Berlumpur dan Berdebu, Akses Utama Punggur–Kabil Kian Membahayakan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jalan Patimura Punggur terlihat becek dan kotor karena tanah yang mengotori badan jalan tersebut, Senin 15/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kondisi Jalan Patimura, jalur penghubung Pelabuhan Punggur menuju Simpang Kabil, kian memprihatinkan. Ruas jalan yang berada di sekitar pintu masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur itu dipenuhi tanah merah tebal, memicu debu saat cuaca panas dan berubah licin ketika hujan turun.

Pantauan Batam Pos di lokasi, Senin (15/12) jalan yang dijejali tanah sepanjang hampir satu kilometer tersebut tampak memprihatinkan. Permukaannya tidak lagi rata, dipenuhi lapisan tanah merah yang mudah terangkat setiap kali kendaraan melintas.

Setiap truk besar yang melaju, terutama kendaraan pengangkut sampah menuju TPA Telaga Punggur, memicu debu cokelat kemerahan berterbangan ke udara. Kondisi itu kerap mengurangi jarak pandang pengendara, terutama pada jam-jam sibuk.

Situasi menjadi jauh lebih berbahaya saat hujan turun. Tanah merah yang menumpuk berubah menjadi lumpur licin, membuat kendaraan roda dua kesulitan menjaga keseimbangan dan terpaksa melaju sangat pelan.

Baca Juga: Polresta Barelang Siapkan 9 Pos, Kerahkan Ratusan Personel untuk Pengamanan Nataru

Arif, seorang pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas menuju kawasan Kabil, mengaku kondisi jalan tersebut sangat mengganggu aktivitasnya. Ia menyebut debu menjadi persoalan utama saat cuaca panas.

“Kalau panas, debunya tebal sekali. Mau tidak mau visor helm harus ditutup rapat,” ujar Arif pengendara yang kerap melintasi jalur tersebut.

Menurutnya, saat hujan justru risiko kecelakaan meningkat. Beberapa pengendara motor, kata dia, kerap terpeleset akibat licinnya permukaan jalan.

“Kalau hujan, tanahnya jadi lumpur. Motor gampang oleng, sudah beberapa kali lihat orang hampir jatuh,” tuturnya.

Keluhan serupa disampaikan Nabila, pengguna kendaraan roda empat. Ia menilai kondisi jalan tersebut sudah tidak layak dilalui, mengingat fungsinya sebagai akses utama dari pelabuhan menuju pusat kota.

“Kalau hujan, ban seperti tidak menggigit jalan. Kalau panas, debunya luar biasa. Mobil sekali lewat langsung kotor semua,” katanya.

Ia juga menyoroti padatnya lalu lintas kendaraan berat di jalur tersebut. Truk pengangkut sampah dan tanah melintas hampir tanpa jeda, sehingga memperparah kondisi jalan.

“Kalau kondisi jalan begini, saya rasa sangat menakutkan. Apalagi truk hingga kontainer besar lewat hampir setiap saat,” ujar Nabila.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Curah Hujan di Kepri Masih Tinggi Hingga Akhir Tahun

Warga yang bermukim di sekitar Jalan Patimura turut merasakan dampaknya. Debu dari jalan kerap masuk ke rumah, menempel di perabot, dan mengganggu kualitas udara lingkungan sekitar.

Selain membahayakan pengguna jalan, kondisi ini juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia yang terpapar debu setiap hari.

Para pengendara berharap pemerintah segera turun tangan melakukan penanganan, baik melalui pembersihan rutin maupun perbaikan permanen jalan tersebut.

“Kalau dibiarkan terus, risikonya makin besar. Ini jalur penting dari pelabuhan ke kota. Jangan tunggu ada korban baru diperhatikan,” tutup Nabila. (*)

 

ReporterYashinta

UPDATE