
batampos – Ceceran tanah di sepanjang Jalan Letjend Suprapto, tepatnya dari Simpang Dam hingga arah Simpang K-Square, Jumat (25/4), dikeluhkan warga. Kondisi jalan yang dijejali tanah tersebut dinilai membahayakan pengendara karena berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama saat melintas di kecepatan tinggi.
Pantauan di lapangan, tanah terlihat berserakan di badan jalan hingga membuat permukaan menjadi licin. Situasi ini memaksa pengendara untuk mengurangi kecepatan demi menghindari risiko tergelincir.
Rio, pedagang kaki lima di sekitar Simpang Dam, mengatakan ceceran tanah itu berasal dari aktivitas truk proyek pelebaran jalan di kawasan tersebut. Menurutnya, truk yang melintas tidak menutup bak angkutan sehingga tanah mudah jatuh ke jalan.
“Tanahnya dari truk pelebaran jalan ini. Baknya terbuka, jadi tanahnya tercecer,” ujarnya.
Baca Juga: Jalan Gajah Mada Dekat Hotel Vista Kembali Dibuka, Perbaikan Drainase Masih Berlanjut
Ia menambahkan, kondisi serupa tidak hanya terjadi di Simpang Dam, tetapi juga terlihat di sepanjang Jalan Letjend Suprapto hingga Jalan Ahmad Yani sampai Simpang K-Square.
“Harusnya kalau memang ada proyek tetap dibersihkan. Karena mengganggu pengendara,” tambahnya.
Keluhan juga datang dari pengguna jalan. Defrizal, salah seorang pengendara, mengaku harus ekstra hati-hati saat melintas di jalur tersebut karena kondisi jalan yang licin.
“Pengendara harus waspada dan pelan-pelan. Karena jalan jadi licin,” katanya.
Baca Juga: Jukir Liar Kembali Beroperasi di Tiban Centre, Dishub Segera Lakukan Razia
Menanggapi hal ini, Kapolsek Seibeduk, Iptu Alex Yasral, menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pekerja proyek untuk segera membersihkan jalan dari ceceran tanah.
“Tadi sudah langsung dibersihkan. Kita imbau juga agar lebih hati-hati agar tidak terulang lagi,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengingatkan kontraktor proyek agar memperhatikan aspek keselamatan, termasuk memastikan muatan truk tertutup rapat guna mencegah material jatuh ke jalan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.(*)

