
batampos – Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul viralnya informasi dugaan aksi begal di kawasan Lampu Merah Paradise, Batu Aji, yang belakangan diketahui tidak sesuai fakta di lapangan.
Melalui Kasi Humas Polresta Barelang AKP Budi Santosa, Kapolresta menegaskan masyarakat harus lebih berhati-hati sebelum membagikan informasi yang beredar, terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan berita yang belum jelas sumber maupun kebenarannya. Pastikan terlebih dahulu informasi tersebut sebelum dibagikan agar tidak menimbulkan keresahan,” ujar AKP Budi Santosa.
Ia menjelaskan, klarifikasi tersebut bermula dari beredarnya pesan WhatsApp mengenai dugaan aksi begal di kawasan Lampu Merah Paradise, Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batu Aji. Informasi itu kemudian menyebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan masyarakat.
Menindaklanjuti hal tersebut, jajaran Polsek Batu Aji langsung melakukan pengecekan dan meminta keterangan dari korban berinisial Fadhil. Dari hasil interogasi diketahui bahwa lokasi kejadian sebenarnya bukan berada di Batu Aji, melainkan di kawasan Jalan Utama Sei Binti, Kecamatan Sagulung.
Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Riski Subagyo mengatakan korban mengalami pembacokan oleh dua pria tak dikenal yang berboncengan menggunakan sepeda motor saat melintas di depan MTS Sei Lekop pada Senin malam, 18 Mei 2026.
“Dari hasil interogasi terhadap korban, kejadian tersebut bukan terjadi di Lampu Merah Paradise seperti informasi yang beredar di media sosial,” kata AKP Bayu Riski Subagyo.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bacok pada tangan kanan dan harus mendapatkan perawatan medis berupa tujuh jahitan di UPT Puskesmas Sei Lekop. Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Sagulung masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku pembacokan.
AKP Budi Santosa kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing dengan informasi yang belum terverifikasi. Ia juga meminta warga segera melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya tindak kriminal maupun kejadian mencurigakan sehingga dapat segera ditindaklanjuti aparat berwenang.
“Media sosial harus digunakan secara bijak. Jangan sampai informasi yang belum benar justru memperkeruh situasi dan membuat masyarakat merasa takut. Bila ada kejadian tindak pidana, segera laporkan kepada polisi agar bisa segera kami tangani,” tutupnya.(*)



