
batampos – Maraknya kecelakaan yang melibatkan truk kontainer dalam beberapa hari terakhir kembali memicu kekhawatiran masyarakat Kota Batam. Dua insiden berbeda yang terjadi dalam waktu berdekatan menjadi alarm keras akan pentingnya penertiban kendaraan berat di jalan raya.
Peristiwa paling memilukan terjadi di simpang empat Jalan Duyung, Batuampar, akhir pekan lalu. Kecelakaan yang melibatkan truk kontainer itu merenggut nyawa dua perempuan, yakni seorang ibu dan anaknya. Tragedi tersebut menyisakan duka mendalam sekaligus memicu keresahan warga sekitar.
Belum reda dari kejadian tersebut, kecelakaan serupa kembali terjadi di Jalan Sudirman, tepatnya di depan Perumahan Sukajadi, Senin (13/4) sore. Sebuah truk kontainer diduga hilang kendali dan menghantam dua mobil yang berada di jalur tersebut.
Dua kendaraan yang terlibat yakni Toyota Veloz putih bernomor polisi BP 1810 MM dan sebuah mobil Honda putih BP 1216 JG. Benturan keras membuat bagian depan kedua mobil ringsek parah, menandakan kuatnya hantaman yang tak sempat dihindari pengemudi.
Salah seorang saksi mata, Didin, mengaku kejadian berlangsung sangat cepat dan mengejutkan pengguna jalan lainnya. “Kejadiannya tadi, kita semua kaget,” ujarnya. Ia juga menyebutkan salah satu pengemudi mobil Honda langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Pasca kejadian, arus lalu lintas di lokasi sempat tersendat. Petugas Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang yang tiba di lokasi segera melakukan evakuasi kendaraan serta mengatur arus lalu lintas agar kembali normal.
Rangkaian kecelakaan ini memicu desakan dari masyarakat agar pemerintah dan aparat terkait segera mengambil langkah tegas. Imran, warga Batuampar, mengaku resah dengan intensitas kendaraan berat yang melintas di wilayah tersebut tanpa pengawasan ketat.
Hal serupa disampaikan Sujono, warga Jodoh, yang berharap adanya pembatasan jam operasional maupun jalur khusus bagi kendaraan berat. Menurutnya, tanpa pengaturan yang jelas, potensi kecelakaan akan terus berulang dan memakan korban.
Kepala Bidang Angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan Kota Batam, Syaiful, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari Satlantas Polresta Barelang terkait penyebab kecelakaan. “Kami menunggu hasil dari kepolisian. Setelah itu baru kami koordinasikan dengan pihak terkait, termasuk pemilik kendaraan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, sebelumnya menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan keselamatan jalan. Ia menyebut penataan marka, fasilitas lalu lintas, hingga edukasi pengendara harus dilakukan bersama melalui Forum Lalu Lintas. Dengan sinergi tersebut, diharapkan kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat dapat ditekan dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.(*)



