
batampos – Tim Satgas Pengendalian Covid-19 Batam mengumumkan temuan kasus Omicron terhadap lima warga lokal. berdasarkan hasil penelusuran, dua dari pekerja baru saja kembali dari perjalanan luar kota.
Ketua Bidang Kesehatan Tim Satgas Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan berdasarkan hasil tes dua kasus pekerja ini baru menyelesaikan tugas dari luar. Sementara dua lagi merupakan pekerja yang menghadiri rapat bersama, setelah dilakukan tracing ditemukan dua orang positif, sebelumnya satu orang sudah dinyatakan positif terlebih dahulu.
“Dua pekerja ini harus melampirkan hasil PCR sebelum masuk kerja, dan hasilnya positif. Jadi mereka belum sempat masuk kerja, jadi tidak ada kotak erat di perusahaan,” kata dia.
Sementara untuk yang dua pekerja lainnya, merupakan kontak erat dengan pasien sebelumnya. Namun yang sedikit mengherankan pekerja pertama tidak terdeteksi Omicron. Sementara duanya dinyatakan Omicron, padahal mereka kontak erat, setelah dilakukan proses tracing.
“Jadi yang satu ini malah tidak Omicron. Kasus kedua dan ketiga dikonfirmasi Probable atau kemungkinan. Kami minta sampelnya diuji kembali, biar lebih meyakinkan,” jelasnya.
Didi mengungkapkan kelima pasien ini masih berstatus Probable atau kemungkinan. Ini artinya 50 persen benar terjangkit Omincron, atau 50 persennya lagi tidak. Ini berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium di Jakarta.
“Masih 50:50 lah. Kami minta cek ulang biar memastikan. Karena mereka tidak ada riwayat keluar kota juga,” sebutnya.
Kelima pasien terkonfirmasi ini adalah dua diantara merupakan karyawan perusahaan yang berada di kawasan Kabil, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.
Untuk dua lainnya, diketahui merupakan hasil pemeriksaan mandiri yang dilakukan di dua Rumah Sakit berbeda.
Satu lainnya, dijelaskannya merupakan warga Batam yang kebetulan melakukan pemeriksaan di kawasan Bintan.
Data satu orang tersebut, diakuinya sempat menjadi perdebatan, karena sebelumnya warga Batam tersebut tercatat sebagai pasien probable Omnicron dari Kabupaten Bintan.
“Iya itu sempat ada miss dari data Provinsi, kebetulan aja dia melakukan PCR ulang di Bintan setelah datang dari Batam. Tapi datanya malah masuk ke sana bukan ke kita,” terangnya.
Walau demikian, Didi menegaskan bahwa saat ini kondisi dugaan penyebaran varian Omnicron di Batam masih dalam kondisi aman.
Hal ini dikarenakan kelima warga yang dimaksud, sebelumnya sudah mendapat pengawasan, dan sore kemarin direncanakan tiba di RSKI Galang.
“Kelima pasien sore ini akan tiba di RSKI. Sebelumnya, kelima orang ini sudah dikarantina di Rumah Sakit dulu terlebih dahulu, sembari menunggu hasil dari pusat. Dan sekarang hasilnya sudah ada, dan akan dipindahkan ke RSKI,” tambah Didi.
Lanjutnya, seiring meningkatnya angka kasus, ia mengimbau warga untuk meningkatkan Protkes dengan tidak melepas masker. Warga juga diminta untuk mendukung program vaksinasi yang sedang berlangsung saat ini.
“Sekarang sudah masuk booster, termasuk yang di Kepri Mall ini. Khusus untuk mereka pelaku wisata. Ini bentuk dukungan pemulihan pariwisata juga, selain membantu pembentukan imun tubuh, sehingga bisa lebih kuat dan tidak mudah terserang virus,” tutupnya. (*)
Reporter : YULITAVIA

