
batampos – Meningkatnya angka kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia akibat transmisi lokal, memicu kekhawatiran terhadap berbagai aktivitas.
Termasuk, kegiatan belajar dan mengajar di lingkungan sekolah di Batam. Terlebih, DKI Jakarta kembali menutup beberapa sekolah karena penyebaran virus Omicron yang makin meluas.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, sekolah di Batam sudah kembali berjalan normal.
Siswa sudah masuk dengan kapasitas 100 persen. Sekolah yang sebelumnya membagi jam belajar menjadi dua sif, mulai ditiadakan.
Di sisi lain, hal ini memicu kekhawatiran bakal memudahkan penularan wabah karena jumlah dan interaksi siswa bakal lebih intens dengan kapasitas belajar penuh.
”Makanya saya ingatkan betul, protokol kesehatan (protkes) ini yang selalu saya ingatkan kepada Pak Hendri (Kepala Dinas Pendidikan Batam) dan dilanjutkan ke sekolahsekolah. Jangan sampai abai, sehingga ada penyebaran (wabah) nanti,” kata dia.
Meskipun di Batam belum ada temuan Omicron, namun virus Covid-19 ini diyakini masih ada. Terlebih, beberapa Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari negeri tetangga, juga transit di Batam sebelum dipulangkan ke daerah asalnya.
Di antara ribuan PMI tersebut, sebagian dinyatakan positif Covid-19. Sehingga, potensi penularan dikhawatirkan masih ada.
Namun, berdasarkan informasi Satgas Penanganan Covid-19 Batam, tidak ada penambahan kasus baru selama beberapa hari terakhir. Bahkan, sisa delapan kasus sebelumnya sudah dinyatakan sembuh.
”Alhamdulillah, untuk hari ini (kemarin) semua sembuh, dan kasus tidak bertambah atau zero (nol) kasus untuk sekarang ini,” sebutnya.
Hal ini merupakan tren positif yang harus dipertahankan. Batam sudah berhasil keluar dari zona merah. Namun, kalau ada satu kasus saja di satu kecamatan, wilayah itu langsung jadi zona kuning.
Untuk itu, aktivitas yang mulai berjalan normal ini, harus dijaga dan diawasi agar tidak ada penyebaran dan temuan kasus baru.
”Untuk sekolah sejauh ini masih berjalan baik. Pihak sekolah sudah mempersiapkan (protkes) dengan baik. Siswa juga mematuhi protkes, sehingga bisa memproteksi diri mereka sendiri,” jelasnya.
Untuk itu, meskipun sudah 100 persen belajar tatap muka, Amsakar meminta kepada Dinas Pendidikan untuk fokus mengawasi jalannya pembelajaran tatap muka ini. Pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan, dan dibarengi dengan solusi jika ada kasus ditemukan.
Penutupan sekolah akan dilakukan jika ada kasus positif ditemukan. Hal ini berlaku hanya bagi sekolah yang terpapar. Sedangkan untuk sekolah lain, tetap berjalan seperti biasa.
”Untuk itu, mencegah ini lebih baik. Pastikan anak pakai masker, bawa hand sanitizer dan di sekolah tempat cuci tangan selalu ada. Harapan saya tentu di Batam tidak ada lagi klaster (Covid-19) sekolah,” bebernya.
Reporter: Yulitavia

