Senin, 27 April 2026

Waspadai Efek Domino Energi dan Logistik

Berita Terkait

Suyono Saputra, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia sekaligus Dosen Ekonomi (1), Rona Tanjung, Akademisi dan Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Riau Kepulauan (2), Mohamad Gita Indrawan, Pengamat Ekonomi Universitas Batam (3).

batampos – Gejolak di Timur Tengah mungkin belum terasa langsung maupun berwujud dalam laporan angka terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Batam. Namun, di balik situasi yang tampak tenang, tekanan mulai merambat melalui jalur yang lebih halus: energi, logistik, dan biaya produksi. Jika ketegangan global ini berlarut-larut, Batam berisiko menghadapi guncangan berlapis, dari industri yang tertekan hingga lonjakan pengangguran yang sulit dibendung.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia sekaligus dosen ekonomi, Suyono Saputra, melihat ancaman terbesar bukan pada konflik itu sendiri, melainkan efek turunannya terhadap harga energi dan distribusi global.

Dalam skenario terburuk, ketika harga minyak dunia menembus 150 dolar Amerika Serikat per barel, tekanan terhadap industri Batam akan meningkat drastis.

“Dalam jangka pendek Batam akan terdampak signifikan, terutama melalui shock energi dan biaya logistik global,” ujarnya.

 

BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

UPDATE