Senin, 16 Maret 2026

Wisatawan Masuk Kepri Kini Tanpa Syarat Tes PCR atau Antigen

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Salah seorang wisatawan Singapura melambaikan tangan sebelum menaiki bus yang akan mengantarkannya ke resort dan hotel di kawasan Nonga Kota Batam. Saat ini wisatawan tidak perlu tes PCR atau Antigen untuk masuk Kepri. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Presiden Jokowi telah mengumumkan peniadaan syarat tes PCR maupun Antigen. Keputusan ini sudah cukup lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat, termasuk Pemerintah Provinsi Kepri.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan, tidak ada syarat lagi bagi masyarakat untuk masuk ke Kepri. Baik dari pelaku perjalanan domestik maupun perjalanan internasional.

“Keputusan ini sudah lama kami tunggu dan harapkan. Sebab, bebas tes Covid-19 ini sudah kami usulkan sebelum keluarnya keputusan ini,” kata Ansar.

Ia menyampaikan, usulan Pemerintah Provinsi Kepri disampaikan melalui Kepala BNPB RI, selaku Kasatgas Penanganan Covid-19. Surat tersebut dikirimkan 16 Mei lalu, terkait permohonan relaksasi persyaratan perjalanan luar negeri.

“Kebijakan ini saya nilai dapat meningkatkan daya dobrak dalam memulihkan pariwisata di Kepri. Tentunya, realisasi kebijakan ini menjadi angin segar bagi dunia pariwisata,” tuturnya.

Diskresi kebijakan, kata Ansar, sudah dikeluarkan pemerintah berkali-kali, khususnya untuk wilayah Kepri. Mulai dari penerapan Travel Bubble, pembukaan pintu masuk di Pelabuhan Internasional.

“Pemulihan pariwisata belum maksimal, dengan masih diterapkannya pemeriksaan antigen maupun PCR. Tapi kini, kebijakan dari Pak Presiden, antigen dan PCR ditiadakan. Saya yakin dapat meningkatkan minat wisatawan berkunjung ke Kepri,” tuturnya.

Selain bebas antigen dan PCR, Presiden Jokowi juga memberikan bonus yakni kebijakan bebas masker di ruang terbuka.

Kebijakan ini disambut baik juga oleh Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar. “Inilah yang sudah ditunggu-tunggu para pelaku pariwisata,” tuturnya.

Tuntutan bebas antigen dan PCR ini, kata Buralimar, sudah sedari lama didengungkan para pelaku pariwisata. Akhirnya, setelah berkali-kali usulan dari Pemerintah Provinsi Kepri, tak ada lagi syarat perjalanan bagi yang sudah vaksin lengkap (minimal dosis kedua).

“Perjalanan wisman (wisatawan mancanegara) dan wisnus (wisatawan nusantara) menjadi lebih nyaman. Tentunya, para pelaku pariwisata bisa dengan leluasa, menawarkan paket-paket wisata ke Kepri,” ucapnya.

Ia berharap dengan adanya kebijakan terbaru ini, dunia pariwisata di Kepri bisa pulih kembali. Jika sektor pariwisata pulih, tentunya dapat meningkatkan sektor-sektor lainnya salah satunya produk-produk UMKM.

“Kami berharap juga, seiring bertambahnya jumlah wisman yang lalu lalang menggunakan ferry. Harga tiket dapat turun lagi, seperti dulu,” ucapnya.

Selain itu, Buralimar juga menyambut baik kebijakan peniadaan penggunaan masker di ruang terbuka. Namun, tentunya kegiatan di dalam ruangan, ia meminta agar selalu memakai masker seperti yang dianjurkan pemerintah pusat. (*)

 

 

 

Reporter : FISKA JUANDA

SALAM RAMADAN