
batampos – Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat sepanjang Januari sampai dengan Juli 2022, 1.034 anak di Kota Batam mengalami pneumonia yakni salah satu penyakit gangguan pernapasan.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Batam, Melda Sari, mengatakan, pneumonia merupakan kondisi ketika paru-paru anak mengalami infeksi atau peradangan.
Infeksi ini diawali dengan mengganggu sistem pernapasan bagian atas anak.
Lalu, infeksi tersebut akan berpindah menuju paru-paru yang kemudian menghambat pergerakan udara dalam paru-paru. Kondisi ini akan membuat anak semakin mengalami kesulitan dalam bernapas.
Berikut data anak-anak di Kota Batam yang menderita Pneumonia dari Januari hingga Juli 2022:
- Januari 159 kasus
- Februari 109 kasus
- Maret 76 kasus
- April 145 kasus
- Mei 195 kasus
- Juni 215 kasus
- Juli 135 kasus
“Data yang masuk juga berdasarkan laporan dari rumah sakit dan puskesmas,” tambahnya.
Pneumonia sering kali diawali dengan munculnya gangguan pada saluran pernapasan atas, yaitu hidung dan tenggorokan.
Gejala awal penyakit paru-paru pada anak ini, seperti pilek dan sakit tenggorokan, biasanya muncul dalam 2-3 hari setelah infeksi terjadi.
Gangguan tersebut kemudian menyebar ke saluran pernapasan bawah, yaitu paru-paru. Di paru-paru, kuman penyebab pneumonia mengakibatkan penumpukan carian, sel darah putih, dan kotoran.(*)
Reporter: Rengga Yuliandra

