
batampos.co.id- Warga Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah satu orang pada Rabu, (24/11). Sementara tidak ada tambahan pasien sembuh atau pasien meninggal dunia. Dengan penambahan ini maka kasus aktif menjadi tiga orang dengan rasio 0,012 persen. “Ya, ada penambahan satu orang lagi pasien positif Covid-19,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi.
BACA JUGA: Digesa, Program Vaksinasi Covid-19 di Batam Mencapai 98,54 Persen
Menurutnya, tambahan satu kasus aktif ini merupakan warga Bengkong. Hal ini tentu saja menyebabkan, Kecamatan Bengkong yang sebelumnya berzona hijau menjadi zona kuning.
“Saat ini satu pasien itu isolasi mandiri. Sementara dua lainnya dirawat di rumah sakit,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam itu.
Didi menyebutkan, sampai saat ini jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam mencapai 25.837 orang. Dimana, 24.992 diantaranya dinyatakan serta sebanyak 842 orang lainnya meninggal dunia.
Didi menambahkan, kecamatan Lubuk Baja menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi yakni sebanyak dua orang. Lalu Bengkong satu kasus. Adapun usia korban meninggal ialah paling banyak berusia 46 tahun sampai dengan 55 tahun. Sedangkan di posisi kedua terbanyak di usia 56 tahun sampai dengan 65 tahun.
Berdasarkan data tim gugus tugas Covid 19 Batam mencatat Kecamatan Batam Kota masih menjadi wilayah dengan penyumbang korban meninggal tertinggi akibat Covid-19. Tercatat sampai hari ini korban meninggal di Batam Kota sebanyak 217 orang. Selanjutnya Kecamatan Sagulung 120 orang dan Sekupang 112 orang.
Sampai hari ini, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batam telah memeriksa 299.246 RDT Antigen, dengan hasil 290.868 negatif dan 8.378 lainnya positif.
Adapun pasien meninggal Selasa (23/11), Didi menjelaskan, atas nama Wagiem, 56 seorang TKI yang sudah bekerja kurang lebih 30 tahun di Malaysia. Ia datang ke Batam pada 27 Oktober lalu melalui jalur laut ke Pelabuhan Sekupang.
Sesampainya di Pelabuhan, korban langsung di Karantina di Rusun Tanjung Uncang dari mulai tanggal 27 Oktober 2021 sampai 1 Oktober 2021. Pada 1 Oktober 2021 di PCR ulang, dan hasilnya keluar tanggal 2 Oktober 2021 Negatif.
Tanggal 2 Oktober 2021, pasien di bawa ke pulang kerumah oleh keluarga daerah Kelurahan Pelita. Tiba-tiba pasien tidak enak badan, dan dibawa keluarga berobat ke dr. Samdiharja. Selanjutnya tanggal 9 November 2021, lalu di suruh Rontgen dulu ke RSBK karena pasien sesak nafas, tanggal 10 november 2021 Rontgen ke RSBK lalu pulang, hasilnya di kirim via SMS kata keluarga, lalu kembali ke dr. Samdiharja setelah di baca oleh Dokter curiga gejala covid.
“Sebenarnya disuruh ke RS Elisabeth untuk konsultasi paru-paru, namun keluarga dan pasien tidak pergi, hanya minum obat saja, dan tanggal 12 November 2021 malam pasien sesak dan tidak sadarkan diri, baru pergi ke IGD RSBK,” terang Didi.
Di rawat di ICU sejak 12 November 2021, dan di PCR swab pertama. Tanggal 14 November 2021 Hasil PCR pertama positif Covid-19.
“Dan direncanakan akan di PCR kedua tanggal 23 November 2021. Namun, pasien telah meninggal dunia pada tanggal 20 November 2021 pukul 21.50 di RSBK,” terang Didi. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra

