Kamis, 30 April 2026

Perpustakaan Jadi Garda Literasi Keuangan, OJK Kepri Gandeng DPK Perkuat Edukasi Publik

Berita Terkait

OJK Kepri dan DPK kolaborasi untuk edukasi publik lewat perpustakaan. f Istimewa

batampos – Upaya meningkatkan kecakapan masyarakat dalam mengelola keuangan kini menyasar ruang yang tak lazim: perpustakaan. Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau (DPK) untuk memperluas jangkauan literasi keuangan melalui jaringan perpustakaan daerah.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), yang diarahkan untuk membangun masyarakat yang lebih sadar risiko dan cermat dalam mengambil keputusan finansial. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam audiensi kedua lembaga di Kantor DPK Kepri, Jumat, (24/4).

Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, menyebut sinergi lintas sektor ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan konsumen di tengah maraknya produk keuangan yang kian kompleks, termasuk ancaman pinjaman online ilegal.

“Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat edukasi. Masyarakat perlu dibekali pemahaman agar lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan,” ujar Sinar.

Ia merujuk hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sementara inklusi keuangan menyentuh 80,51 persen. Meski meningkat, capaian tersebut dinilai masih memerlukan penguatan melalui program edukasi yang lebih sistematis di daerah.

Sebagai langkah konkret, OJK Kepri menyerahkan paket buku literasi keuangan kepada perpustakaan daerah, termasuk Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi. Koleksi itu berisi panduan praktis pengelolaan keuangan, pengenalan produk jasa keuangan, serta edukasi mengenai berbagai modus penipuan finansial.

Buku-buku tersebut akan ditempatkan dalam “pojok literasi keuangan” yang dirancang sebagai ruang akses terbuka bagi masyarakat. OJK berharap fasilitas ini dapat menjadi rujukan awal bagi warga untuk memahami manfaat dan risiko produk keuangan secara lebih komprehensif.

Tak berhenti pada penyediaan bahan bacaan, kerja sama ini juga mencakup pelatihan Training of Trainers (ToT) bagi pustakawan dan mitra DPK. Melalui program ini, pustakawan didorong berperan sebagai agen literasi keuangan yang mampu memberikan informasi dasar yang akurat kepada masyarakat.

Kepala DPK Kepri, Moh. Bisri, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai integrasi literasi keuangan dalam program perpustakaan akan memperluas fungsi lembaga tersebut sebagai pusat edukasi publik.

“Kami berkomitmen mengintegrasikan materi literasi keuangan dalam berbagai program, termasuk penguatan pojok edukasi keluarga,” kata Bisri.

OJK Kepri menargetkan sinergi ini dapat membentuk ekosistem literasi yang lebih kokoh di Kepulauan Riau. Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya penetrasi layanan keuangan digital, masyarakat diharapkan tidak hanya memiliki minat baca yang tinggi, tetapi juga mampu memilah informasi dan menghindari praktik keuangan ilegal.(*)

ReporterAzis Maulana

UPDATE