
batampos – Keluhan warga terkait kondisi putaran balik atau U-Turn Vitka di kawasan Sekupang mencuat dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas yang digelar Polresta Barelang bersama tokoh masyarakat di Mori Kopi, Kecamatan Sekupang, Sabtu (25/4/). Dalam forum santai tersebut, persoalan keselamatan lalu lintas menjadi salah satu perhatian utama masyarakat yang hadir.
Kegiatan itu dihadiri langsung Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono bersama Ketua DPRD Provinsi Kepri H. Iman Sutiawan, jajaran Polsek Sekupang, serta tokoh masyarakat dan ketua RW se-Kecamatan Sekupang. Pertemuan tersebut menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.
Selain membahas keamanan lingkungan, warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan keresahan mengenai U-Turn Vitka yang dinilai berbahaya bagi pengendara. Lokasi tersebut disebut kerap memicu kecelakaan karena padatnya arus kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Ketua RW 007 Tiban Indah, Fajar, mengatakan masyarakat berharap ada perhatian serius terhadap kondisi putaran balik tersebut sebelum menimbulkan korban lebih banyak. “Kami berharap adanya perhatian terhadap U-turn Vitka yang rawan kecelakaan agar dapat ditindaklanjuti demi keselamatan bersama,” ujarnya di hadapan jajaran kepolisian.
Menurut warga, kendaraan yang berputar arah di titik tersebut sering memotong laju kendaraan lain sehingga menimbulkan potensi tabrakan. Minimnya pengawasan pada jam rawan juga disebut memperbesar risiko, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas setiap hari di kawasan tersebut.
Menanggapi keluhan itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono memastikan pihak kepolisian tidak akan mengabaikan aspirasi masyarakat. “Masukan ini akan kami tindaklanjuti bersama Kasat Lantas dan Dinas Perhubungan. Sebagai langkah awal, Polsek Sekupang akan melakukan monitoring pada jam-jam rawan guna mencegah potensi kecelakaan,” tegasnya.
Kapolresta menambahkan, forum komunikasi seperti Ngopi Kamtibmas memang menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada aparat. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan menjadi bagian penting dari upaya menjaga situasi kamtibmas yang aman dan nyaman di Kota Batam.
Melalui pertemuan tersebut, warga berharap keluhan mengenai U-Turn Vitka tidak hanya menjadi catatan, tetapi segera diwujudkan dalam langkah nyata di lapangan. Masyarakat pun meminta adanya penataan lalu lintas yang lebih baik agar titik tersebut tidak terus menjadi sumber kekhawatiran bagi pengguna jalan di wilayah Sekupang.(*)

