Selasa, 21 April 2026

10 Motor Terjaring Razia Gabungan di Sekupang, Knalpot Brong Jadi Sasaran Utama

spot_img

Berita Terkait

Tim gabungan saat melaksanakan patroli rutin dan telah mengamankan sejumlah kendaraan roda dua yang melanggar aturan. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Suara bising knalpot brong yang selama ini memecah ketenangan warga Sekupang akhirnya dibungkam. Dalam sebuah operasi gabungan yang bergerak cepat dan senyap, Sabtu (19/4) aparat mengamankan sedikitnya 10 unit sepeda motor yang tak hanya menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi, tetapi juga tanpa kelengkapan surat-surat.

Sore itu, suasana di sejumlah titik keramaian di Sekupang mendadak berubah. Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Sekupang, Koramil 02 Sekupang, Satpol PP, hingga unsur kecamatan dan kelurahan turun serentak. Tanpa banyak kompromi, setiap kendaraan yang melanggar langsung dihentikan.

Motor-motor yang kerap dikeluhkan warga itu pun satu per satu digiring ke Mapolsek Sekupang. Knalpot bising, pelat nomor tak sah, hingga dugaan keterlibatan dalam aksi balap liar menjadi alasan penindakan.

Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar razia biasa. Ini adalah jawaban atas keresahan masyarakat yang sudah lama memuncak.

“Hari ini kami tim gabungan melaksanakan patroli rutin dan telah mengamankan sejumlah kendaraan roda dua yang melanggar aturan,” ujarnya.

Menurutnya, keluhan warga soal kebisingan dan aksi ugal-ugalan di jalan bukan hal sepele. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini juga berpotensi membahayakan keselamatan, terutama di kawasan padat aktivitas.

“Kami imbau kepada orang tua agar memperhatikan anak-anaknya. Jangan sampai terlibat balap liar. Itu merugikan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.

Keluhan warga pun senada. Rudi, 45, salah seorang warga Tiban, mengaku sudah lama terganggu dengan suara knalpot brong yang kerap muncul terutama pada malam hari.

“Kalau sudah malam, suaranya keras sekali. Anak-anak sampai terbangun, kami juga jadi tidak nyaman. Kadang mereka juga ngebut, sangat berbahaya,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Siti, 38, warga Sekupang lainnya. Ia berharap razia seperti ini rutin dilakukan agar memberi efek jera.

“Kami sangat mendukung. Sudah terlalu sering, apalagi kalau akhir pekan. Mudah-mudahan ini tidak hanya sekali, tapi terus dilakukan,” katanya.

Razia ini seolah menjadi peringatan keras. Aparat memastikan, penindakan tidak akan berhenti sampai di sini. Patroli akan terus digencarkan untuk menutup ruang bagi pelanggaran serupa. (*)

UPDATE