Minggu, 3 Mei 2026

28 Januari Nongsa Sensation Terima Wisman dari Singapura

Berita Terkait

Batam View adalah salah satu resort yang berada dikawasan wisata Nongsa, Selasa (24/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Nongsa Sensation direncanakan menerima wisatawan mancanegara, 28 Januari mendatang. Namun, hanya baru satu kapal yang akan beroperasi kembali di Pelabuhan Nongsapura, Nongsa, Batam.

Ketua Nongsa Sensation, Andy Fong mengatakan kapal Batamfast akan berangkat dari Pelabuhan Nongsapura pukul 12.00 dan kembali ke Nongsapura membawa wisman 14.40. “Kami saat ini masih coba satu reguler ferry dulu, dengan kapasitas 200 orang,” kata dia.

Andy mengatakan persiapan sudah dilakukan secara matang. Dari pengelola Nongsapura, alur kedatangan para wisman ini sudah diatur. Di Pelabuhan Nongsapura juga sudah ditempatkan Tes Cepat Molekuler (TCM), sehingga mempercepat pemeriksaan Covid-19 terhadap para wisman yang datang.

“Jika yang datang itu 200 orang wisman, itu bisa diselesaikan tesnya dalam waktu satu jam saja,” ujarnya.

Di Kawasan Nongsa Sesantion ada 4 resort yang bisa digunakan oleh para wisman yakni Montigo, Batamview, NPM dan Turi Beach. Selain itu, di kawasan Nongsa Sensation juga menyediakan tempat golf. Ada 3 tempat golf yang telah ditentukan yakni Tering Bay, Palm Spring dan Tamarin.

“Para tamu yang datang ini, mendapatkan pelayanan khusus,” ucap Andy.

Andy memaparkan alur kedatangan para wisman. Sebelum masuk ke Indonesia, melalui Pelabuhan Nongsa Pura. Saat di Singapura para wisatawan tidak akan diterbitkan tiket perjalannya ke Nongsa Pura, jika tidak bisa menunjukan pemesanan resort di Kawasan Nongsa Sensation.

“Sistem yang dibuat sedimikian ketat, sehingga sebelum datang saja. Wisatawan yang datang sudah harus memiliki perencanaan akan menginap dimana, dan beraktivitas apa saja selama di kawasan Nongsa,” ujarnya.

Wisman yang sudah menunjukan pemesanan resort, tiket kapalnya akan diterbitkan. Sesampai di Pelabuhan Nongsapura, akan dilakukan pengecekan kesehatan mulai dari suhu dan saturasi oksigen.

Selain itu, mereka juga akan menjalani TCM. Usai itu nantinya menjalani prosedur ke imigrasian, seperti pengecekan aspor. “Setelah itu barulah rombongan wisman dibawa ke resort yang mereka tuju,” tuturnya.

Selama di Nongsa, para turis bisa melakukan kegiatan di kawasan yang telah ditetapkan dalam Travel Bubble. “Misalnya mereka menginap di Batam View, mau bermain golf di Palm Spring. Yah boleh saja, tapi keberangkatan dan kepulangannya semuanya diatur,” ujar Andy.

Terkait pengawasan para wisman selama di Kawasan Nongsa Sensation, Andy mengaku nantinya akan melibatkan dari aparat pemerintah dan juga internal resort. Setiap pergerakan para wisman harus diketahui pengelola resort.

“Mereka di Nongsa Sensation, tidak boleh melebihi 14 hari,” tuturnya.

Andy mengaku bahwa dari Singapura sudah banyak bertanya-tanya kapan pintu ke Nongsapura akan dibuka. “Kami sudah siapkan paket-paket liburannya,” ucapnya.

Namun, saat ini ada satu hal yang lagi yang perlu dipastikan oleh para pelaku wisata di Nongsa Sensation yakni tidak adanya karantina bagi wisman begitu kembali ke Singapura. “Apabila ada, yah tentunya mengurangi minat para wisman. Kami berharap pembicaraan Presiden Jokowi dengan PM Singapura, bisa menghasilkan sesuatu yang baik dan meningkatkan kunjungan wisman ke sini,” tutur Andy.

Saat ditanya dengan apakah wisatawan nusantara dan mancanegara berbaur. Andy mengaku sesuai aturan, mereka tidak diperbolehkan bertemu. “Kalau saya di Batamview, kami sudah buat petanya mana yang boleh untuk wisman dan wisnus. Ada kolam renang khusus wisman dan wisnus, begitu juga pantainya,” ujarnya.

Kepal Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar mengaku juga masih belum mengetahui hasil pembicaraan Presiden Jokowi dengan PM Singapura. “Apakah ada membahas terkait, wisman datang dari kawasan travel bubble tidak perlu lagi karantina. Saya belum dengar,” ujarnya.

Namun, ia berharap ada kebijakan itu. Karena dapat mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam dan Bintan. Selain itu, kini Buralimar juga masih menunggu Surat Keputusan dari Kemenkumham. “Soal visa kunjungan, kami masih menunggu,” ucapnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

UPDATE