
batampos.co.id – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani karantina di rumah susun sewa (Rusunawa) Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam di Tanjunguncang masih 638 orang, Jumat (19/11/2021).
Dari jumlah tersebut diketahui lima orang positif Covid-19. Jumlah ini sedikit meningkat dari awal pekan lalu sebab ada peningkatan jumlah PMI yang kembali ke Tanah Air dalam beberapa hari terakhir.
Petugas medis yang menangani kesehatan PMI di rusunawa, dr Anggitha, menuturkan, jumlah PMI yang sudah diperkenankan kembali ke daerah asal cukup banyak dalam beberapa hari terakhir, namun tak mengurangi jumlah PMI di lokasi karantina.
”Penyebabnya itu tadi, karena yang baru datang juga masih cukup banyak, jadi tak berkurang-kurang,” ujarnya, kemarin.
PMI yang dikarantina semuanya sudah menjalani pemeriksaan swab, baik swab pertama ataupun kedua. Sebagian PMI dinyatakan positif dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.
”Yang positif cenderung menurun. Terakhir ada lima orang yang positif,” ujarnya.
Para PMI yang masih dikarantina tetap menjadi fokus perhatian Gugus Tugas penanganan Covid-19 di Kota Batam.
Gugus Tugas tak mau kondisi Batam yang sudah memasuki zona aman dengan tersisa dua pasien positif, kembali meluas dengan penyebaran Covid-19.
Sehingga, Gugus Tugas mengawasi secara ketat aktivitas para PMI ini agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Batam ataupun daerah lain di Indonesia.
Reporter: Eusebius

