Senin, 15 Juni 2026

1.546 Calon Siswa Terancam Tak Lolos di SMKN 1 Batam

Berita Terkait

Sekolah SMK Negeri 1 Batam. Foto. Yofi Yuhendri/ Batam Pos

batampos – Antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke SMK Negeri 1 Batam terus meningkat. Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah pendaftar mencapai 2.506 siswa, jauh melampaui kuota yang tersedia sebanyak 960 kursi.

Artinya, terdapat kelebihan pendaftar sebanyak 1.546 siswa dibandingkan daya tampung sekolah tersebut.

Kepala SMK Negeri 1 Batam, Deden Suryana, mengatakan lonjakan jumlah pendaftar tahun ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap sekolah yang dipimpinnya. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 2.250 pendaftar.

BACA JUGA: Pendaftar Membeludak, 885 Calon Siswa Berebut 480 Kursi di SMAN 1 Batam

“Jumlah pendaftar tahun ini meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap SMKN 1 Batam masih sangat tinggi,” ujar Deden.

Ia menjelaskan, program keahlian Teknik Elektronik Industri menjadi jurusan yang paling diminati dengan jumlah pendaftar mencapai 625 siswa. Disusul Teknik Pengelasan sebanyak 575 siswa, Teknik Pemesinan 453 siswa, Teknik Otomasi Industri 310 siswa, serta Teknik Komputer dan Jaringan sebanyak 299 siswa.

Menurut Deden, hingga hari ketiga pelaksanaan pendaftaran, jumlah pendaftar yang masuk sudah hampir tiga kali lipat dari kapasitas yang tersedia.

“Hingga hari ketiga pendaftaran, jumlah pendaftar sudah hampir tiga kali lipat dari daya tampung yang ada,” katanya.

Meski persaingan masuk sekolah negeri cukup ketat, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau memastikan seluruh siswa tetap memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Cabang Batam, Kasdianto, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terkait jumlah siswa yang berpotensi tidak tertampung di sekolah pilihan utama.

“Kami belum mendapatkan data detail terkait jumlah siswa yang tidak tertampung. Namun dari data sementara, memang masih banyak siswa yang cenderung memilih sekolah-sekolah favorit,” ujarnya.

Kasdianto menjelaskan sistem seleksi yang diterapkan memungkinkan siswa yang tidak lolos pada pilihan pertama untuk diproses ke pilihan berikutnya sesuai jalur dan ketentuan yang berlaku.

“Nanti setelah pengumuman, ada siswa yang akan bergeser ke pilihan kedua atau pilihan berikutnya. Otomatis sistem akan menempatkan mereka sesuai pilihan yang tersedia,” jelasnya.

Ia juga menegaskan secara umum ketersediaan kursi pendidikan di Kota Batam masih mencukupi karena selain sekolah negeri, terdapat sekolah swasta yang dapat menjadi alternatif bagi calon peserta didik.

“Secara umum siswa tetap bisa tertampung karena ada sekolah swasta yang juga menjadi pilihan bagi masyarakat,” katanya.

Untuk mengantisipasi kebingungan masyarakat selama proses penerimaan siswa baru berlangsung, Dinas Pendidikan Kepri Cabang Batam membuka layanan informasi bagi orang tua dan calon peserta didik.

“Kami standby di kantor untuk memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. Banyak orang tua yang membutuhkan penjelasan dan khawatir anaknya tidak bisa masuk sekolah,” tutup Kasdianto. (*)

UPDATE