
batampos.co.id – Ahmad Zainuddin anak nelayan asli Nongsa, yang meraih dua emas cabang olahraga layar, bercita-cita menjadi polisi. Baginya, menjadi seorang anggota Polri adalah sesuatu yang sangat membanggakan.
“Sudah menjadi cita-cita saya sejak dulu, saya yakin menjadi seorang polisi dapat membahagiakan kedua orangtua,” katanya, Senin (15/11).
Prestasinya Acok (panggilan akrab Ahmad Zainuddin) tak hanya tingkat nasional, namun juga tingkat internasional.
Ia pernah menorehkan namanya dalam Sea Games 2015, ia mendapatkan medali perunggu dalam cabang olaharga yang sama. Selain itu, di PON Jawa Barat 2016, Acok berhasil membawa dua medali perak.
Sekretaris Umum KONI Kepri, Abdul Razak mengatakan, prestasi Acok sangat membanggakan Provinsi Kepulauan Riau di PON Papua.
“Jika tidak ada Acok, maka Kepri tidak akan pulang membawa emas. Bahkan bukan satu emas, malah dua emas yang dibawa pulang Acok,” ujar Razak.
Razak mengatakan, peluang Acok menjadi polisi terbuka, saat ada pendaftaran menjadi polisi melalui jalur prestasi yang dibuka dari tanggal 10 hingga 19 November. Ia sangat berharap Acok dan atlet-atlet berprestasi di Kepulauan Riau dapat diakomodir Polri atau instansi lainnya.
“Jadi kami lebih mudah mencari atlet, sebab ada ending yang jelas. Begitu atlet yang dibina, lalu mereka berpestasi. Ada jalur penerimaan mereka untuk mendapatkan pekerjaan tetap,” ucapnya.
Ia mengatakan tidak hanya membawa Acok, tapi juga Rahmad Tito, peraih medali emas di PON Jawa Barat 2016 silam. Ia sangat berharap para atlet berprestasi ini menjadi prioritas untuk menjadi anggota Polri.
“Acok ini tamat sekolah 2019, umurnya 21 tahun. Lalu Ramadhan Tito baru selesai sekolah tahun ini. Saya harap semoga mereka menjadi polisi,” tutur.
Terkait penerimaan Polri jalur prestasi dibenarkan oleh Kabagdalpres Biro SDM Polda Kepri AKBP Nestor Simanihuruk.
“Iya, memang ada rekrutan non proaktif melalui jalur prestasi. Misalnya menjadi anggota paskibraka, tapi tingkat nasional. Pendaftarannya sudah dibuka, dan seleksi akan diumumkan setelah pendaftaran ditutup,” pungkasnya. (*)
Reporter : FISKA JUANDA



