
Jutaan orang di seluruh dunia pernah terpapar Covid-19. Namun, ada beragam cara berbeda yang dilakukan seseorang agar sembuh dari penyakit yang menyerang saluran pernapasan tersebut.
Salah satunya, menenangkan hati dan pikiran sebelum berobat untuk mencari kesembuhan. Metode ini diterapkan salah satu penyintas Covid-19 di Batam, Winata. Berikut kisahnya.
Ratna Irtatik – Batam
batampos.co.id – Nata, panggilan akrab Winata, merasakan gejala demam dan rasa tak nyaman di sekitar tenggorokannya pada awal Juli 2021 lalu. Itu terjadi sepekan setelah ulang tahunnya, yang tak dirayakan namun banjir orang yang datang memberikan ucapan dan kue hantaran.
Tentu, ia bertemu banyak orang berbeda pada momen spesial tersebut. Namun, menerka pertemuan demi pertemuan itu sebagai biang penyebab dirinya demam, tentu terlalu berlebihan.
Demi menekan kecemasan, ia segera mengunjungi fasilitas kesehatan. Kala itu, ia menjalani tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR). Malam harinya, ia sudah mendapatkan hasil tes tersebut.
“Dari gejalanya, saya sudah menduga itu Covid-19. Hasil tesnya (positif) menegaskan hal itu,” tutur Nata, warga Tiban, Kecamatan Sekupang, Kota Batam tersebut.
Dengan cepat, ia langsung memutuskan untuk menjalani isolasi mandiri, mamisahkan diri dengan anak dan istri.
Selain itu, ia juga meminta seluruh anggota keluarganya menjalani tes swab PCR. Hasilnya, satu anak dan istrinya ternyata juga terpapar.
Beruntung, anak bungsunya dan satu anggota keluarga lainnya dinyatakan negatif Covid-19. Dengan masih adanya anggota keluarganya yang negatif, kecemasannya berkurang.
Pasalnya, jika ada tiga orang melakukan isolasi mandiri di kamar, masih ada dua orang lain yang bisa merawat anggota keluarga yang sakit tersebut.
“Saat itu, yang saya pikirkan selain agar saya cepat sembuh, juga bagaimana anak dan istri saya segera sembuh,” tutur penyuka tanaman hias itu.
Namun, satu hal yang diingat Nata, yakni bagaimana ia menata hati dan pikiran. Pasalnya, saat seseorang terpapar Covid-19, ada kecemasan bahwa orang tersebut dan keluarganya bakal disisihkan oleh orang lain. Meskipun, hal itu tidak benar-benar terjadi.
“Saya akui, saat menjadi pasien Covid-19, tak hanya kesehatan diserang, tapi juga mental kita. Karena itu, kita sendiri yang harus menata pikiran, agar terus termotivasi sembuh dan tidak drop (menurun) imun kita,” katanya.
Selain itu, ia juga rutin berkonsultasi dengan adiknya yang seorang dokter. Bermacam obat dan suplemen yang diresepkan ia konsumsi.
Tak lupa, berjemur tiap pukul 09.00 pagi ia lakukan rutin agar penyakit yang menyerang saluran pernapasan itu segera sembuh.
Sekitar dua pekan berselang, ia kembali menjalani tes PCR. Kali ini, hasilnya negatif.
“Alhamdulillah, saya bersyukur banget. Karena sehari berikutnya, anak dan istri saya juga sembuh,” tuturnya.
Tak hanya memotivasi diri dan keluarganya, Nata juga memberikan semangat agar rekan dan kawannya yang terpapar Covid-19, punya motivasi serupa agar segera sembuh dari sakit.
“Kuncinya itu, tenangkan pikiran dan saat sakit segera periksa dan berobat. Dengan penanganan yang tepat, insyaallah kita akan segera pulih kembali,” kata warga keturunan Bugis tersebut.
Ia mencontohkan saat rekannya bernama Adil, gantian terpapar Covid-19 usai dua hari dirinya dinyatakan sembuh. Nata langsung menghubungi rekannya tersebut menawarkan bantuan yang dia mampu.
“Saya bantu agar Adil dapat pengobatan yang tepat, juga memberinya motivasi sehingga cepat sembuh,” katanya.
Benar saja, tak sampai 10 hari sejak dinyatakan positif, rekannya tersebut sudah dinyatakan negatif Covid-19.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Sebagai penyintas, saya mengerti bagaimana perasaan saat menjadi pasien Covid-19, butuh dorongan semangat dari orang-orang terkasih,” sebutnya.
*
Nata dan Adil merupakan dua di antara 25.834 pasien Covid-19 di Batam, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam tanggal 19 November 2021.
Dari total itu, 24.992 pasien dinyatakan sembuh dan 841 pasien meninggal dunia, serta dua orang masih dirawat.
Sejauh ini, Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga terus berupaya untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Salah satunya, dengan mendorong penerapan protokol kesehatan (protkes) oleh semua lapisan masyarakat.
“Kami minta dipantau terus penerapan protokol kesehatan di masyarakat, sehingga penyebaran Covid-19 dapat ditekan, kalau bisa Batam segera nol kasus,” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
Di beberapa kesempatan, Wali Kota juga terus mendorong warga agar terus memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, hingga mengurangi mobilitas atau protokol kesehatan 5M.
Selain dengan protokol kesehatan, pemerintah juga menggencarkan vaksinasi Covid-19 untuk menciptakan kekebalan komunal.
Data dari Pemko Batam, capaian vaksinasi Covid-19 di Batam mencapai 895.175 orang dari total sasaran 907.317 orang hingga Selasa (23/11/2021).
“Mudah-mudahan dengan upaya ini, pandemi Covid-19 segera berakhir,” harapnya.(*)



