
batampos.co.id – Pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) semakin meningkat jelang akhir tahun. Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas I Batam mencatat bulan lalu, rerata PMI yang masuk ke Batam sebanyak 150 orang seharinya. Tapi, November rata-rata 200-an orang PMI yang pulang ke Indonesia, melalui Batam.
“Saat ini masih ramai (PMI pulang ke Indonesia),” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas I Batam, dr Achmad Farchanny, MKM, Selasa (30/11).
Ia mengatakan PMI yang datang melalui Batam semuanya datang dari negara tetatangga yakni Singapura dan Malaysia. Rata-rata mereka kembali ke Indonesia, setelah kontraknya habis dan juga akibat program rekalibrasi Malaysia.
“Rata-rata mereka ini masuk ke Batam, akan menuju ke Pulau Jawa,” ungkap Farchanny.
Para PMI yang datang ini, mendapatkan layanan khusus dari pemerintah. Farchanny mengatakan begitu masuk ke Batam, petugas akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh, saturasi oksigen, skrining dan diminta mencuci tangannya.
Setelah itu, petugas mengambil sampel swab para PMI. Sampel ini dikirimkan ke RSKI Galang. Usai pengambilan sampel swab, barulah dilaksanakan prosedur keimigrasian dan Bea Cukai.
“Setelah selesai dari imigrasi dan bea cukai, mereka dikirimkan ke Rusun Tanjunguncang, BP Batam, untuk menjalani karantina,” ucap Farchanny.
Aturan sebelumnya, karantina hanya berlangsung selama 5 hari saja. Namun, sesuai Surat Edaran Satgas no 23 tahun 2021, maka masa karantina berlangsung selama 7 hari.
“Tes PCR akan dilaksanakan di hari kedua dan ke 6. Namun, bagi PMI atau WNI yang datang dari kawasan Afrika Selatan, masa karantinannya 14 hari,” ucap Farchanny.
Jika selama karantina hasilnya negatif, maka para PMI dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanannya menuju kampung halamannya masing-masing. Namun, jika hasilnya positif, maka akan menjalani perawatan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. (*)
Reporter : FISKA JUANDA

