Rabu, 6 Mei 2026

Amsakar: Antisipasi Masuknya Virus Omicron ke Batam

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Kapolresta Barelang saat mengecek penerapan Protkes di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

batampos-Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan perlu langkah antisipasi dalam mencegah masuknya Covid-19 jenis terbaru Omicron ke Kota Batam. Hal ini dinilai penting mengingat Batam ditunjuk sebagai pintu masuk bagi pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Perkembangan terbaru menyebutkan varian Omicron ini sudah mewabah di Eropa, bahkan baru-baru ini ada temuan di Singapura.

BACA JUGA: Batam Bebas Covid-19, Wali Kota Imbau Masyarakat Jaga Protkes

Kekhawatiran terhadap virus ini dinilai wajar, karena Singapura berencana membuka pintu masuk bagi WNI, dengan keringanan tanpa karantina. Ditambah lagi WNI yang dipulangkan dari Malaysia. “Jadi ini harus diantisipasi, jangan sampai virus ini masuk ke Batam,” sebutnya.

Menurutnya, persoalan pemulangan PMI ini melibatkan berbagai sektor dari tingkat kota, provinsi hingga pusat. Untuk kebijakan pemulangan ditangani oleh Danrem, sedangkan untuk perawatan dipusatkan di RSKI ini yang langsung terhubung dengan pusat. Sedangkan untuk Batam merupakan lokasi pemulangan.

“Jadi kompleks ini yang menangani. Makanya perlu langkah bersama-bersama dalam menangani pemulangan PMI,” sebutnya.

Sementara itu, setiap hari pemulangan PMI masih terus berlangsung. PMI dipulangkan dari Malaysia melalui pintu masuk Pelabuhan Internasional Batamcenter.

“Untuk itu, karena virus Omicron ini sudah mulai mewabah dan ditemukan di negara lain, Indonesia wajib waspada, termasuk Batam sebagai pintu masuk pemulangan PMI,” beber Amsakar.

Sejauh ini pihaknya sudah mengusulkan penundaan pemulangan PMI dari negara tetangga. Kendati demikian hal ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk hal ini.

“Kalau tidak bisa ditunda. Berartinya kita di Batam ini yang harus menjaga diri. Selain itu juga bisa meningkatkan pengawasan terhadap proses pemulangan dari pelabuhan hingga tempat karantina,” tutupnya. (*)

Reporter: Yashinta

UPDATE