
batampos – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam menuntaskan penyaluran donasi kemanusiaan bagi korban bencana di wilayah Sumatera. Dana yang dihimpun dari masyarakat, sekolah, dan sejumlah perusahaan di Batam itu disalurkan langsung ke lokasi terdampak di Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Sekretaris PMI Kota Batam, Asmin Patros, mengatakan total donasi yang terkumpul mencapai sekitar Rp150 juta lebih. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung masa pemulihan masyarakat terdampak bencana yang sebelumnya melanda wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
“Donasi ini merupakan amanah dari masyarakat Batam. Kami putuskan melalui rapat pengurus untuk menyalurkannya langsung ke wilayah yang membutuhkan, salah satunya di Kabupaten Gayo Lues,” kata Asmin, Selasa (5/5).
Penyaluran dilakukan di dua titik utama, yakni Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, dan Desa Rigep, Kecamatan Dabun Gelang. Akses menuju lokasi ditempuh selama 8 hingga 9 jam melalui jalur darat, termasuk melintasi Jembatan Dusun Toa yang menjadi penghubung ke wilayah terdampak.
Di Desa Agusen, PMI menyalurkan bantuan sebesar Rp94.240.900 kepada warga yang masih tinggal di hunian sementara (huntara) serta untuk pembangunan Masjid Nurul Ikhsan. Sementara di Desa Rigep, bantuan senilai Rp63 juta diberikan untuk mendukung fasilitas masyarakat, termasuk pos kesehatan desa dan sarana pendidikan.
Asmin menjelaskan, penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan PMI setempat serta pemerintah desa. Bantuan juga diserahkan langsung kepada pengurus rumah ibadah dan perwakilan masyarakat agar dapat digunakan sesuai kebutuhan prioritas di lapangan.
“Dua masjid telah menerima bantuan, masing-masing disesuaikan dengan kebutuhan. Seluruh dana sudah diterima oleh pengurusnya,” ujar Asmin.
Ia menambahkan, sebagian warga terdampak hingga kini masih tinggal di hunian sementara. Pemerintah daerah disebut telah menetapkan lokasi relokasi untuk pembangunan hunian tetap, meski proses pembangunan belum dimulai.
“Masyarakat direlokasi ke daerah yang lebih tinggi dan dinilai aman dari risiko banjir maupun longsor. Ini bagian dari upaya mitigasi bencana ke depan,” katanya.
PMI Batam berharap penyaluran bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan. Asmin juga mengapresiasi solidaritas warga Batam yang dinilai konsisten menunjukkan kepedulian dalam situasi darurat.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat. Harapannya, semangat kebersamaan dan kepedulian ini terus terjaga. Kalau pun tidak bersaudara karena kesamaan, kita tetap bersaudara karena kemanusiaan,” ujarnya.(*)

