
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Stasiun TVRI Kepulauan Riau, Yenni Marlinda, di Gedung Annex 2, Batam Centre, Selasa (5/5).
Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi dalam menyemarakkan Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang. Dalam kesempatan itu, TVRI disebut sebagai pemegang hak siar resmi dari FIFA untuk penayangan pertandingan di Indonesia.
Ariastuty menyambut positif rencana kerja sama tersebut sebagai langkah strategis membangun euforia sekaligus menghadirkan ruang interaksi publik yang sehat dan produktif di tengah masyarakat.
Menurutnya, TVRI memiliki peran vital sebagai media publik, tidak hanya dalam menyampaikan informasi pemerintahan secara luas, tetapi juga menyediakan hiburan berkualitas yang edukatif.
Ia menegaskan, pihaknya di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala Li Claudia Chandra siap mendukung kolaborasi lintas sektor guna menyukseskan momentum global tersebut.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Yenni Marlinda mengapresiasi dukungan BP Batam dalam menghidupkan semangat Piala Dunia di daerah.
Ia menjelaskan, masyarakat dapat menyaksikan pertandingan melalui siaran TVRI Nasional dan TVRI Sport menggunakan antena UHF pada televisi digital. Bagi pengguna TV analog, diperlukan perangkat tambahan berupa set top box (STB).
Selain itu, masyarakat diimbau untuk melakukan registrasi melalui situs resmi TVRI sebelum mengakses layanan siaran.
Yenni optimistis, kegiatan seperti nonton bareng (nobar) Piala Dunia akan memberikan dampak ekonomi langsung, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Euforia Piala Dunia diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM, khususnya di Batam dan Kepulauan Riau,” katanya.
Kolaborasi antara BP Batam, TVRI Kepri, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah. (*)

