Rabu, 6 Mei 2026

Kasus Kanker Payudara dan Serviks di Batam Masih Tinggi, Dinkes Dorong Warga Manfaatkan Skrining Gratis di Puskesmas

Berita Terkait

Ilustrasi penyintas kanker Payudara. F. Istimewa
batampos – Dinas Kesehatan Kota Batam mengingatkan masyarakat, khususnya perempuan, agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan reproduksi. Pasalnya, kasus kanker payudara dan kanker serviks di Batam masih cukup tinggi, sementara banyak penderita baru mengetahui penyakitnya saat sudah memasuki stadium lanjut.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Batam, dr Agnes Sintalia Saing, mengatakan deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah risiko yang lebih besar. Untuk itu, Dinkes Batam membuka layanan skrining kanker serviks melalui tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) serta pemeriksaan payudara secara gratis di seluruh puskesmas.
“Warga Batam bisa melakukan pemeriksaan IVA untuk kanker serviks dan pemeriksaan payudara di puskesmas terdekat hanya dengan menunjukkan KTP Batam, tanpa dipungut biaya,” ujar Agnes.
Berdasarkan data rumah sakit se-Kota Batam per Maret 2026, tercatat 61 kasus kanker serviks tanpa kematian, serta 222 kasus kanker payudara dengan tiga kasus kematian. Data tersebut menunjukkan kanker payudara masih menjadi kasus terbanyak yang ditemukan di Batam.
Selain itu, hasil skrining yang dilakukan Dinkes Batam menunjukkan sekitar tiga persen peserta pemeriksaan terindikasi memiliki kelainan yang mengarah pada kanker payudara.
Menurut Agnes, tingginya angka temuan ini menjadi sinyal penting bahwa deteksi dini harus menjadi perhatian serius masyarakat.
Ia menjelaskan, kanker serviks dan kanker payudara sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak pasien datang dalam kondisi yang sudah cukup parah.
“Banyak kasus awalnya tanpa keluhan. Tahu-tahu saat diperiksa sudah stadium lanjut. Karena itu pemeriksaan rutin sangat penting supaya bisa diketahui lebih cepat,” katanya.
Agnes mengakui, masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam skrining kesehatan dipengaruhi oleh rasa malu dan anggapan bahwa pemeriksaan tidak perlu dilakukan jika tidak ada keluhan.
“Kadang ada rasa malu karena yang diperiksa organ sensitif. Ada juga yang merasa karena sehat dan tidak ada gejala, jadi tidak perlu diperiksa,” ujarnya.
Padahal, kata dia, pemeriksaan rutin justru paling efektif dilakukan saat seseorang masih merasa sehat, karena peluang keberhasilan pengobatan jauh lebih besar jika penyakit ditemukan sejak dini.
Dinkes Batam pun mengajak perempuan usia produktif untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah tersedia di puskesmas sebagai bentuk pencegahan.
“Ayo periksakan kesehatan secara rutin. Cukup datang ke puskesmas terdekat dengan KTP Batam, sehingga jika ada masalah kesehatan bisa dideteksi lebih awal dan segera ditangani,” tutup Agnes.(*)

UPDATE