batampos – Sehari jelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menggelar sidak bersama BPOM Kepri dan Polda Kepri, Jumat (24/12). Hasil sidak menemukan puluhan jenis pangan tanpa izin edar dari BPOM dan kardaluasa.
Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau mengatakan pihaknya membentuk 3 tim yang turun ke 7 titik pasar tradisional di Batam, yakni Nagoya, Tos 3000 Jodoh, Batuaji, Sekupang, 2 Batamcenter dan Bengkong. Tujuannya untuk memastikan kelayakan barang yang bakal dikonsumsi masyarakat jelang Nataru.
“Berdasarkan arahan Walikota Batam, kami melakukan sidak untuk memastikan kelayakan pangan jelang Nataru. Ada 3 tim yang turun ke 7 lokasi, ” ujar Gustian disela sidak di Pasar Pujabahari, Nagoya.

foto: Cecep Mulyana / Batam Pos
Target sidak yakni toko-toko sembako atau pangan yang ada di pasar. Dari hasil sidak di Pasar Pujabahari, tim gabungan Satgas pangan menemukan puluhan pangan tanpa izin edar. Bahkan, belasan pangan juga sudah kardaluasa.
“Nah ini yang kami khawatirkan. Mereka menjual produk-produk yang jelas belum tahu keamanannya seperti apa, karena tak memiliki izin edar. Mereka juga masih ada menjual produk yang sudah kardaluasa,” tegas Gustian.
Menurut dia, sidak yang dilakukan sehari jelang natal, bukan tanpa alasan. Sebab kebutuhan dan konsumsi masyarakat, cenderung meningkat jelang akhir tahun. Dan itu dimanfaatkan oleh oknum pedagang nakal.
“Kasihan masyarakat yang tidak tahu. Padahal membeli karena butuh, tahunya dapat yang keamananya tidak terjamin. Karena itu, saya berharap ada penindakan tegas untuk hal ini. Ini sudah membahayakan masyarakat,” imbuhnya.
Disisi lain, Gustian juga akan memanggil para pedagang dan distributor yang memasok pangan tanpa edar ke Batam. Hal itu untuk menyinkronkan temuan pihaknya di pasar-pasar.
“Jadi hal ini sebenarnya terus berlanjut, karena itu harus ada efek jera. Jadi tak harus pembinaan, namun ditindak tegas,” ujar Gustian.
Ditempat yang sama, Kanit Subdit 1 Diskrimsus Polda Kepri, AKP Juwita pihaknua mendukung pegawasan terhadap peredaran produk pangan tanpa izin. Hal tersebut berkaitan dengan kesehatan masyarakat jika mengkonsumsi barang yang belum tahu keamanannya seperti apa.
“Upaya pengawasan terhadap peredaran produk tanpa izin. Nanti akan kami lihat seperti apa tindakan mereka, karena ini berkaitan dengan kesehatan,” jelasnya.
Sementata, Staf BPOM Kepri, Riko mengatakan pangan tanpa izin edar yang ditemukan pada sidak kali ini, yakni pangan frozen (kentang, nuget), makanan kaleng, margarin, tepung, gula dan lainnya. Rata-rata produk tersebut berasal dari negara tetangga yakni Malaysia dan Thailand.
“Biasanya barang-barang tanpa izin edar ini masuk melalui pelabuhan Tikus, karena tak mungkin dijalur resmi. Untuk penindakan, kami juga harus melihat faktornya seperti apa dengan adanya tindaklanjut,” pungkaa Riko. (*)
Reporter : Yashinta



