Senin, 4 Mei 2026

Sehari, 687 Orang Tinggalkan Kota Batam

Berita Terkait

Ilustrasi. Personel Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Batam melaksanakan pengamanan kedatangan dan keberangkatan KM Kelud di Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Foto: Humas KKP untuk batampos.co.id

batampos – Sebanyak 687 penumpang naik Kapal Pelni di Pelabuhan Batuampar menuju Pelabuhan Belawan, Medan. Sementara itu, penumpang turun di Batam sebanyak 11 orang dan penumpang lanjutan dari Tanjungpriok ke Pelabuhan Belawan, Medan sebanyak 65 orang.

Hal ini disampaikan Kapolsek Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP), AKP Yusriadi Yusuf, usai melaksanakan pengamanan kedatangan KM Kelud dari Tanjungriok, Jakarta di Pelabuhan Batuampar, Batam, Selasa (4/2/2021).

Menurutnya, sejak beberapa pekan terakhir, khususnya ketika menjelang Natal dan Tahun Baru lalu, terjadi peningkatan penumpang. Guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat yang menggunakan transportasi kapal laut, maka dilaksanakan pengamanan kedatangan dan
keberangkatan KM Kelud di Pelabuhan Batuampar, Batam.

”Pengamanan kedatangan dan keberangkatan Pelni merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan personel Polsek Kawasan Pelabuhan Batam beserta instansi terkait di Pelabuhan Batuampar,” ujarnya.

Hal ini bertujuan agar masyarakat merasa aman dan nyaman dengan hadirnya polisi di sekitar masyarakat dengan cara memberikan pelayanan pengamanan.

Kemudian, hal ini ditujukan untuk mencegah barang berbahaya ataupun terlarang masuk ke kapal mengingat daerah perbatasan merupakan salah satu jalur keluar masuknya barang berbahaya dan terlarang.

”Dalam pelaksanaan pengamanan, selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap orang maupun barang-barang calon penumpang yang akan naik ke kapal sebagai antisipasi kejadian yang dapat mengganggu keamanan,” tambah Yusuf.

Di samping itu, personel KKP Batam juga menyampaikan imbauan protokol kesehatan kepada masyarakat, selalu menjaga jarak, rajin mencuci tangan, selalu memakai masker serta tidak berkumpul sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

”Imbauan protkes ini sebagai upaya kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Walaupun sudah melandai, kita tetap tak boleh lengah dan tetap menerapkan protkes yang ketat,” tegas Yusuf.

Reporter: Rengga Yuliandra

UPDATE