
batampos – Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak awal Januari tahun ini, sudah menginfeksi 38 warga Batam. Dari jumlah itu, tercatat satu pasien meninggal dunia.
Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dari kelompok albovirus b vector yang disebarkan nyamuk Aedes aegypti dan aedes albopictus.
Sementara itu, penyakit DBD dapat muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh umur.
”Jumlah kasus DBD ini menurun di tahun 2021 dibanding tahun 2020. Sedangkan jumlah kasus 38 orang yang terkena DBD di bulan Januari 2022 ini tergolong rendah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi.
Sementara di 2020, tercatat ada 763 kasus dan meninggal 4 orang. Sementara di 2021, mengalami penurunan dibanding 2020.
”Di tahun 2021, 710 kasus dan meninggal 4 Orang,” sebutnya.
Masih kata Didi, pencegahan DBD dilakukan dengan memberikan surat edaran dari Wali Kota yang diteruskan ke camat hingga lurah dan RT/RW untuk disebarkan ke masyarakat.
”Intinya tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN) agar terhindar dari DBD,” tuturnya.
Seperti, sambung dia, menutup penampunga air, menguras bak air dan membunuh jentik nyamuk, mengubur barang yang tak terpakai yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
”Juga gotong royong serta membersihkan parit dan fogging,” katanya.
Sementara Kasi Kesga Dinkes Kota Batam, Sujito, mengatakan, berdasarkan grafik 5 tahunan, pihaknya berharap jumlah kasus tahun ini tidak melebihi jumlah kasus di bulan yang sama dengan tahun sebelumnya.
”Kasus biasanya meningkat mulai musim hujan yaitu bulan November, Desember dan Januari. Kemudian, mulai melandai bulan Maret, April dan seterusnya,” tutupnya.
Reporter: Dalil Harahap

