
batampos – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam temukan 41 kasus Covid-19 varian omicron sepanjang Januari 2022. Kasus ini meningkat drastis dalam dua pekan terakhir. Bermula dari delapan kasus naik ke angka 16 kasus dan bertengger di 41 kasus pada, Senin (31/1).
Kepala BTKLPP Batam Budi Santosa penambahan kasus terakhir cukup banyak yakni 25 kasus. “Semua sudah 41 kasus terdiri dari; lima orang PMI, 34 warga Batam, satu warga Bintan dan satu warga Karimun,” ujar Budi, Senin (31/1).
Untuk 25 kasus terakhir ini terdiri dari dua PMI dan 23 warga lokal Batam. “Yang dari Batam ini kiriman sampel dari Klinik Medilab, RS Awal Bros dan RS Elisabeth Lubukbaja,” ujar Budi.
Meningkatnya varian Omicron di Kepri ini harus jadi perhatian semua pihak agar tetap mengedepankan pola pengamanan diri dan keluarga yang diatur dalam aturan protokol kesehatan seperti jaga jarak, gunakan masker dan selalu cuci tangan dan lain sebagainya.
“Varian Alpha dan Delta belum ada penambahan lagi. Masih tetap sama dengan sebelumnya. Untuk Alpha masih sepuluh dan Delta 184 orang,” kata Budi.
Untuk varian Omicron terdeteksi sejak tanggal 19 Januari lalu sementara varian Alpha dan Delta adalah total sejak awal pandemi ini mewabah.
Mereka yang terpapar varian Covid-19 ini sebagiannya adalah PMI yang baru kembali ke tanah air. Untuk rombongan PMI ini, Satgas Penanganan Covid-19 dan BTKLPP memberikan perhatian yang lebih sebab, rentan membawa masuk Covid-19 baik varian ataupun non varian. Selain dikarantina selama sepuluh hari mereka juga harus menjalani dua kali pemeriksaan swab.
Untuk sampel PMI yang positif dilakukan pemeriksaan ulang lagi bersama Litbangkes. Pemeriksaan ulang ini meliputi pemeriksaan polymerase chain reaction dengan metode S-gene target failure (SGTF) dan pemeriksaan sistem whole genome sequencing (WGS) untuk mendeteksi varian virus Corona yang dilakukan di Litbang kesehatan di Jakarta.
“Sebagai upaya pencegahan, jadi memang harus diperiksa berulang kali. Jumlah sampel PMI yang masuk juga masih tinggi diangka 300 hingga 400 perhari,” ujar Budi. (*)
Reporter : Eusebius Sara

