
batampos – Kasus Covid varian omicron melonjak di Batam. Data Dinas Kesehatan Batam, tercacat sudah 34 warga Batam terkonfirmasi. Rinciannya, 27 kasus dirawat di RSKI Galang, satu di RSBK, satu di RS Elisabeth Lubuk Baja, 2 kasus dirawat di RSAB, satu di RSBP, satu kasus dirawat di RS Elisabeth Batam Kota dan satu kasus ditangani oleh Satgas COVID-19 Pekanbaru serta satu kasus tidak diketahui keberadaannya.
“Sampai 2 Februari ini jumlah pasien Probable Omicron di Batam mencapai 34 orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi.
BACA JUGA: Sudah 34 Warga Batam Tertular Varian Omicron
Adapun rincian pasien tersebut mulai dari guru, mahasiswa, pekerja swasta, ibu rumah tangga (IRT), dosen hingga pelajar. Berdasarkan data yang masuk 31 Januari kemarin, lanjutnya, ada 21 kasus baru terkonfirmasi Probable Omicron.
Rinciannya, kasus pertama pasien berinisial ND, perempuan 55 tahun. Riwayatnya kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi Covid-19 (Probable Omicron). Lalu HGD, 32 tahun, laki-laki pekerja swasta juga kontak dengan pasien terkonfirmasi Covid -19 (Probable Omicron).
Kasus ketiga, AJ, 40 tahun, karyawan swasta. Ia merupakan pasien kontak dengan pasien Probable Omicron. Riwayat pasien bergejala. Selanjutnya, TP, 49 tahun, pasien merupakan dosen dengan riwayat skrining untuk melakukan perjalanan ke Surabaya. YL, 46 tahun, seorang karyawan swasta dengan riwayat bergejala.
Selanjutnya SS, 20 tahun, pasien baru balik dari Jakarta. Lalu AF, 42 tahun, pekerjaan pegawai Kementerian PU, diketahui Probable Omicron setelah melakukan perjalanan dari Bandung.
AS, CHEF di kapal. Riwayat Pasien perjalanan dari Medan. BB 27 tahun, CHEF di kapal dengan riwayat perjalanan dari Medan. FC, 19 tahun seorang mahasiswa terkonfirmasi setelah melakukan perjalan dari Jakarta.
FD, Pekerja Migran Indonesia yang baru datang dari Singapura. NR, 75 tahun, ibu rumah tangga yang bergejala, ZA, 28 tahun, pekerja swasta yang memiliki riwayat perjalan dari Medan.
Pasien selanjutnya, PT, 37 tahun, seorang Guru Yoga atau instruktur Yoga yang memiliki riwayat kontak dengan peserta yoga dari Bali. Lalu SW, 32 tahun. Pasien skrining untuk pelaku perjalanan dengan pengecekan Swab PCR. DG, 40 tahun, seorang guru, riwayat perjalanan dari Jakarta.
MI, 39 tahun, Guru SMA N 6 dengan riwayat kontak erat dengan pasien probable Omicron. MH 29 tahun, karyawan swasta dengan riwayat bergejala. AP, 58 tahun, riwayat kontak serumah dengan pasien Pasien Probable Omicron.
YS, 26 tahun, pekerjaan karyawan hotel dan memiliki riwayat Kontak dengan pasien
Probable Omicron dan terakhir, PIW, 37 tahun, Guru SMA 23 Batuaji dengan riwayat pasien kontak erat dengan Pasien Probable Omicron.
Didi menambahkan, adapun tindakan yang dilakukan terhadap seluruh pasien ini adalah melakukan PCR test terhadap kontak erat kasus yang belum dilakukan PCR (catatan: semua kontak erat kasus telah dikarantina dan dilakukan pemeriksaan Rdt-Ag atau PCR mandiri).
Reproter : Rengga Yuliandra
|
ReplyForward
|



