Rabu, 22 April 2026

Jangan Diabaikan, Vaksin HPV Kunci Selamatkan Perempuan dari Kanker Serviks

Berita Terkait

Kepala Dinkes Batam dr. Didi Kusmarjadi, SpOG.

batampos – Ancaman kanker leher rahim (serviks) masih menghantui perempuan Indonesia. Namun di balik ancaman tersebut, sebenarnya ada satu langkah sederhana yang bisa menyelamatkan banyak nyawa: pencegahan sejak dini melalui vaksin HPV.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, menegaskan bahwa kanker serviks bukan penyakit yang datang tiba-tiba, melainkan akibat infeksi yang berlangsung lama dan sering luput dari perhatian.

“Yang berbahaya dari kanker serviks bukan hanya penyakitnya, tapi keterlambatan kita menyadarinya. Banyak kasus ditemukan saat sudah stadium lanjut,” ujar dr Didi, Senin (20/4).

Ia menjelaskan, penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV), virus yang sangat umum dan dapat menginfeksi tanpa gejala.

“Tidak ada rasa sakit, tidak ada tanda awal. Tiba-tiba saat diperiksa, sudah parah. Ini yang harus kita ubah pola pikirnya,” katanya.

Menurut dr Didi, masih banyak perempuan yang menunda pencegahan karena berbagai alasan, mulai dari merasa belum menikah, merasa sehat, hingga berpikir vaksin tidak mendesak.

Padahal, kata dia, justru di situlah letak kesalahannya.“Vaksin HPV paling efektif diberikan sebelum terpapar virus. Tapi bukan berarti yang sudah menikah tidak perlu, tetap bermanfaat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pencegahan jauh lebih mudah dan murah dibandingkan pengobatan kanker yang membutuhkan biaya besar serta berdampak pada kualitas hidup pasien.

Saat ini Indonesia kini telah memiliki vaksin HPV produksi dalam negeri yang lebih mudah diakses masyarakat. Vaksin ini mampu melindungi dari tipe HPV 16 dan 18 yang menjadi penyebab utama kanker serviks, serta tipe 6 dan 11 penyebab kutil kelamin.

“Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Teknologinya aman dan efektivitasnya tinggi dalam mencegah lesi prakanker,” jelasnya.

Upaya ini juga sejalan dengan inisiatif Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) melalui program SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia), yang mendorong perlindungan kesehatan perempuan dari usia muda hingga menopause.

Dr Didi menekankan bahwa pencegahan kanker serviks bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan keluarga.

“Ini tentang ibu yang tetap mendampingi anaknya, tentang perempuan yang tetap sehat untuk keluarganya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan kuat kepada seluruh perempuan di Batam agar tidak menunda langkah pencegahan.

“Jangan tunggu gejala. Jangan tunggu sakit. Karena saat gejala muncul, sering kali sudah terlambat,” katanya.

dr. Didi menegaskan, vaksin HPV bukan sekadar imunisasi, tetapi bentuk perlindungan nyata dan investasi kehidupan.

“Kita punya pilihan hari ini: mencegah atau menyesal kemudian. Dan keputusan itu ada di tangan kita sendiri,” tutupnya.(*)

UPDATE