Selasa, 12 Mei 2026

Masyarakat Enggan Dites, Kepri PPKM Level 3

Berita Terkait

Kepal Dinas Kesehatan Kepri, M Bisri

batampos – Provinsi Kepulauan Riau, Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Anambas, Kabupaten Natuna dan Kabupaten Karimun, sudah berada di Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Ada dua penyebab yang meningkatkan level PPKM di Kepri, yakni angkat konfirmasi harian Covid-19 yang tinggi dan positif rate.

Saat ini positif rate Kepri berada di angka 11,80 persen dengan kasus konfirmasi harian ratusan orang setiap harinya. Penambahan kasus baru ini, diiringi dengan meningkatkan jumlah masyarakat yang positif Covid-19 meninggal dunia. Tingkat kematian di Kepri sudah mencapai 2,92 persen, atau sebanyak 1.810 orang meninggal dunia sejak awal pandemi.

“Senin ada evaluasi lagi, saya melihat tidak ada perubahan. Kepri dan beberapa daerah lainnya masih tetap berada di level 3,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri, Minggu (6/3).

Ia mengatakan tingginya penularan kasus di masyarakat, tidak dapat dicegah. Hal ini disebabkan rendahnya partisipasi masyarakat, dalam penanganan pandemi di Kepri. Penurunan level PPKM bisa dilaksanakan dengan menurunkan angka positif rate, dengan cara melakukan tracing dan testing sebanyak mungkin.

Namun, testing dan tracing tidak maksimal dilakukan oleh tenaga kesehatan. Jumlah testing tidak sesuai dengan angka minimal ditetapkan Kementerian Kesehatan. Bisri mengatakan bahwa rendahnya angka testing, bukan disebabkan tracing yang lemah.

Namun, berdasarkan fakta dilapangan testing dan tracing melemah, disebabkan kurangnya partisipasi masyarakat. “Tenaga kesehatan itu sering menemukan berbagai masalah, masyarakat yang kabur-kaburan saat akan di-testing, lalu ada yang mencoba-coba menghalangi petugas yang datang ke lokasi. Ada juga menolak tidak mau menjalani testing,” ujarnya.

Bisri mengatakan penanganan kasus Covid-19 ini butuh langkah yang cepat. Jika, satu orang terduga positif Covid-19 tidak menjalani testing dan keluar dari rumahnya, maka peningkatan kasus akan masih tetap tinggi.

Oleh sebab itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad akan menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak dan pemerintah kota atau kabupaten. Rapat ini, kata Bisri untuk menyinkronkan kebijakan setiap daerah.

Ia meyakini dengan meningkatkan testing, penularan kasus dapat diredam. Ada dua opsi bagi masyarakat yang masuk dalam kontak tracing, testing atau memilih isolasi mandir. Jika memilih isolasi mandiri, masyarakat tidak boleh keluar rumah selama beberapa hari.

“Ada opsi sebenarnya ditawarkan, tapi masyarakat memilih untuk menolak. Saya sangat berharap, masyarakat ikut membantu pemerintah. Apabila kasus menurun lagi, tentunya kegiatan ekonomi bisa segera pulih. Jika tidak, begini-begini saja kita. Kami mohon kepada masyarakat, untuk kooperatif saat di tracing dan testing tenaga kesehatan,” ujarnya.

Bisri mengatakan dengan testing dan tracing yang lemah, maka Satgas Covid-19 hanya bisa meraba-raba kasus sebenarnya di masyarakat. Sebab tracing dan testing yang lemah, tidak dapat memetakan secara pasti seberapa banyak kasus Covid-19.

“Kita punya keyakinan jika sudah di tes semua. Jika tes kurang, kita tak pernah yakin,” ucapnya.

Kepada masyarakat, Bisri meminta agar segera melaporkan diri jika terkonfirmasi positif atau pernah berkontak dengan pasien positif Covid-19. “Jangan menghindar, menolak, atau kabur jika tracing dan testing petugas. Menghindar, menolak dan kabur ini hanya memperlambat penanganan kasus Covid-19. Sehingga kita berputar-putar dan berkutat dengan kasus yang masih terus bertambah setiap harinya,” pungkasnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

UPDATE