
batampos – Sampai saat ini, Pemerintah Pusat belum mengeluarkan kebijakan tertulis, mengenai wacana PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri) masuk tanpa karantina ke Batam, Bintan dan Bali. Kebijakan ini sudah dinanti oleh para pelaku pariwisata di Kepri, mulai dari ASITA, PHRI dan pengelola resort serta pelaku UMKM.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar mengatakan kebijakan baru itu kemungkinan adalah travel bubble yang diperluas atau Vaccinated Travel Lane (VTL). “Travel bubble yang berjalan beberapa pekan ini, adalah mikro. Hanya berlaku di daerah kecil saja, Nongsa dan Lagoi,” katanya, Minggu (6/3).
Travel bubble yang diperluas, kata Buralimar, wilayahnya tidak hanya mencakup Lagoi atau Nongsa saja. Tapi Pulau Batam dan Bintan, serta Singapura. Sehingga wisatawan dapat bebas karantina, memasuki dua pulau ini. “Boleh jadi seperti itu, penerapannya per daerah. Tapi kepastiannya belum kami dapati, ini masih menunggu surat edarannya,” ujarnya.
Ia mengatakan pelaksanaan travel bubble dalam dua pekan ini, berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini ditandai tidak adanya permasalahan besar dan wisatawan mancanegara pulang dengan negatif Covid-19. “Jika memang diperluas, kami sangat menyambut baik keputusan ini,” tuturnya.
Buralimar meminta kebijakan yang akan keluar nantinya, tidak memberatkan para pelaku pariwisata. Salah satunya, tidak menerapkan antigen setiap hari bagi pekerja di resort atau hotel.
“Setiap hari antigen ini menambah beban. Nongsa Sensation itu ada 2 ribuan orang, Lagoi ada 5 ribuan pekerja, berapa uang dikeluarkan untuk ini. Harapan kami jika memang diminta antigen, per periode saja. Jangan setiap hari,” ujarnya.
Ia mengatakan pekerja di Nongsa Sensation dan Lagoi, sudah mendapatkan booster. Penerapan protokol kesehatan juga sangat ketat. “Lagian pekerja ini, begitu pulang langsung ke rumah tidak kemana-mana,” tuturnya.
Kawasan Nongsa Sensation ini meliputi 4 resort dan 3 lokasi golf. Resort yang masuk dalam travel bubble yakni Montigo, Batam View, Nongsa Point Marina dan Turi Beach. Sedangkan lokasi golf Tering Bay, Palm Spring dan Tamarin.
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam Muhammad Mansyur mendukung penuh, wacana kebijakan peniadaan karantina bagi PPLN ini. Namun, ia berharap masyarakat di Batam, agar meningkatkan protokol kesehatan. Hal ini demi meyakinkan para wisman yang datang ke Batam, bahwa penerapan protokol kesehatan diterapkan dengan baik.
“Kami ketahui memang akibat Covid-19 saat ini, angka kematian rendah. Tapi, tetap saja protokol kesehatan, harus tetap diterapkan,” ujarnya.
Ia mengatakan kebijakan ini dapat memberikan manfaat besar bagi pariwisata dan sektor pendukung lainnya. “Transportasi baik darat, laut dan udara. Lalu juga pengelola restoran, atau pelaku UMKM. Semua merasakan dapat jika kebijakan ini diberlakukan,” katanya. (*)
Reporter : FISKA JUANDA

