Rabu, 13 Mei 2026

Industri Gadai Tumbuh Pesat, Nilainya Capai Rp311 Miliar

Berita Terkait

Relationship Officer Pegadaian Cabang Nagoya, Silvi, (kiri) membagikan brosur dan menjelaskan cara pembiayaan modal kendaraan bermotor kepada Rina, pedagang kue di Pasar Penuin, Lubukbaja, Sabtu (2/7) lalu. F. Chahaya Simanjuntak/ Batam Pos

batampos – Industri pergadaian di Kepulauan Riau menunjukkan pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan cepat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau mencatat, terdapat 19 perusahaan pergadaian swasta yang beroperasi di wilayah tersebut dengan total aset mencapai Rp311 miliar.

Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, mengatakan industri gadai kini memegang peran penting dalam memperluas inklusi keuangan masyarakat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan layanan pendanaan yang mudah, cepat, dan aman.

“Industri gadai memiliki peran yang sangat strategis dalam memperluas akses keuangan masyarakat, khususnya sebagai solusi pendanaan cepat dan aman,” kata Sinar , Selasa (12/5).
.

Menurut dia, pertumbuhan industri pergadaian di Kepri tercermin dari peningkatan aset maupun nilai pinjaman yang disalurkan kepada masyarakat. OJK mencatat total aset pergadaian swasta di Kepri tumbuh 16,21 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Sementara itu, total pinjaman yang diberikan mencapai Rp230 miliar atau meningkat 17,56 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut dinilai menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pergadaian terus meningkat.

“Data ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap industri gadai terus meningkat,” ujarnya.

Sinar menambahkan, OJK akan terus melakukan pengawasan terhadap pertumbuhan industri pergadaian agar tetap berjalan sehat dan berkelanjutan. Pengawasan itu mencakup aspek tata kelola, perlindungan konsumen, hingga penguatan manajemen risiko perusahaan pergadaian.

Menurut OJK, keberadaan industri pergadaian menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang cukup diminati masyarakat karena prosesnya relatif cepat dan memiliki jaminan yang jelas.

Di tengah kebutuhan likuiditas masyarakat yang terus meningkat, sektor ini dinilai memiliki potensi berkembang lebih besar dalam beberapa tahun mendatang.(*)

UPDATE