
batampos – Meskipun penyebaran Covid-19 meluas sepanjang 2020 sampai 2021. Namun Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih masuk dalam 10 besar provinsi paling bahagia di Indonesia. Pada tahun 2021, provinsi ini berada di peringkat ke enam Provinsi paling bagian.
“Indeksi Kebahagian Antar Provinsi di Indonesia tahun 2021, urutan pertama masih dipertahankan oleh Provinsi Maluku Utara dengan capaian 76,34. Sedangkan yang terendah adalah Provinsi Banten dengan nilai 68,08 poin,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Darwis Sitorus, Minggu (6/3) di Tanjungpinang.
Dijelaskannya, untuk Provinsi Kepri, pada tahun 2021 berada di peringkat enam secara nasional dengan capaian 74,78. Menurutnya, capaian ini merevisi kedudukan pada tahun 2017 lalu. Karena pada tahun itu, Provinsi Kepri berada di peringkat tujuh secara nasional dengan perolehan 73,11.
“10 Provinsi yang mengalami penurunan Indeks Kebahagiaan, Banten, DI Yogyakarta, Sumatera Barat, Bali, Bengkulu, NTB, Aceh, DKI Jakarta, Riau, dan Kalimantan Timur,” jelasnya.
Jumlah kasus Covid-19 terkonfirmasi pada Provinsi DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kaltim, Banten, Bali dan Riau menempati urutan 10 besar provinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia saat pendataan SPTK berlangsung. Dipaparkannya, dari hasil Survei Pengukuran Tingkat Tebahagian (SPTK) tahun 2021, pandemi Covid-19 turut mempengaruhi tingkat kebahagian masyarakat.
“Jumlah kasus Covid-19 terkonfirmasi pada Provinsi DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kaltim, Banten, Bali dan Riau menempati urutan 10 besar provinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia saat pendataan SPTK berlangsung. Ini menjadi salah satu faktornya,” jelasnya lagi.
Lebih lanjut katanya, Indeks Kebahagiaan 2021 menggunakan metode pengukuran yang baru, di mana kontribusi 2017 menjadi tahun dasar ukuran kebahagiaan. Sebab, perkembangan framework Indeks Kebahagiaan dari satu Dimensi Kepuasan Hidup pada 2014 menjadi tiga dimensi pada 2017 dan 2021.
Terdapat dua penambahan dimensi baru pada ukuran Indeks Kebahagiaan 2021, yakni Dimensi Perasaan dan Dimensi Makna Hidup. Setiap dimensi penyusun memiliki besaran kontribusi yang berbeda.
Dimensi yang berkontribusi terbesar dalam penyusunan Indeks Kebahagiaan adalah Dimensi Kepuasan Hidup, yaitu sebesar 34,80 persen. Adapun kontribusi Dimensi Makna Hidup sebesar 34,02 persen. Sementara Dimensi Perasaan, berkontribusi sebesar 31,18 persen.
Variasi besaran kontribusi ini terjadi karena penduduk memberikan penilaian dengan derajat yang beragam terhadap setiap indikator. Besaran kontribusi suatu indikator menggambarkan derajat pentingnya indikator tersebut terhadap Indeks Kebahagiaan penduduk.
“Semakin besar kontribusi suatu indikator, maka semakin penting pula indikator tersebut bagi kebahagian penduduk,” tutupnya.(*)
Reporter: JAILANI



