Jumat, 8 Mei 2026

Dinas Kesehatan Kepri Persiapkan Pandemi Covid-19 Menjadi Endemi

Berita Terkait

 

batampos – Tak lama lagi, pandemi Covid-19 akan segera berganti menjadi endemi. Pengkajiannya sedang berlangsung di Kementerian Kesehatan yang melibatkan berbagai sektor.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mohammad Bisri, membenarkan pengkajian perubahan itu masih berlangsung, sebab dapat memberikan dampak positif dan negatif.

”Kabarnya 14 Maret mendatang, tapi ditunggu saja. Benar atau tidaknya,” kata Bisri, Senin (7/3/2022).

Beberapa negara, kata Bisri, secara isyarat sudah menyatakan pandemi menjadi endemi. Walaupun dalam penerapannya, masih tetap memperhatikan protokol kesehatan (protkes) lengkap.

”Namun untuk hal itu, butuh persiapan,” ujarnya.

Pengkajian yang sedang dibahas fokus pada kesiapan fasilitas kesehatan menangani pasien Covid-19. Sebab, ada beberapa skema yang mungkin terjadi, jika pandemi berubah menjadi endemi. Salah satunya, masyarakat akan abai terhadap protkes seperti penggunaan masker.

Jika ini terjadi, maka masih ada kasus aktif di tengah masyarakat. Tentunya, penyebaran Covid-19 bisa menjadi masif dan tinggi. Apabila semua masyarakat membutuhkan perawatan, maka fasilitas kesehatan harus benar-benar siap.

foto: Cecep Mulyana / Batam pos

”Jangan sampai BOR tinggi, masyarakat yang perlu perawatan banyak. Sehingga, akibatnya nanti adanya pembiaran, terhadap masyarakat yang membutuhkan perawatan. Inilah yang sedang dikaji pemerintah, tak gampang me-ngubah status itu. Sebab dampaknya sangat besar dan luas,” ungkap Bisri.

Pemerintah, kata Bisri, sedang menyiapkan beberapa skema. Selain itu, juga memikirkan dampak buruk dari pergantian status tersebut.

”Jangan sampai saat status berubah endemi, tapi kasus tinggi dan tidak tertangani dengan baik,” ujarnya.

Dampak baik dari pergantian ini, kata Bisri, berkurangnya beberapa syarat yang selama ini begitu ketat diterapkan selama pandemi. Syarat-syarat tersebut, mulai dari peniadaan isolasi bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Selain itu, juga tidak lagi menggunakan dokumen negatif Covid-19 baik pemeriksaan PCR maupun Antigen untuk bepergian.

”Ya, ditunggu saja, apa keputusan pemerintah di 14 Maret mendatang benar-benar jadi atau tidak,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA
Editor : RYAN AGUNG

UPDATE